Wednesday, September 28, 2016

Air Terjun Lembah Pelangi Yang Bikin Happy

Air Terjun Lembah Pelangi - Setelah sekian lama memendam hasrat untuk traveling ke Air Terjun paling keren di Tanggamus ini, akhirnya hasrat kami pun terpuaskan, setelah hari Sabtu 30 Juli 2016 kemarin, akhirnya kami jalan-jalan juga ke Air Terjun Lembah Pelangi di Pekon Sukamaju, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Awalnya, mama sempat ragu dan enggan berangkat menuju Curup Lembah Pelangi ini, setelah dapat pesan dari temannya, katanya masuknya jauh banget. Dibilang juga mestinya berangkatnya pagi-pagi, sedangkan kami habis dzuhur baru mau berangkat.

Karena hasrat saya yang sudah memuncak, dan kebiasaan saya yang suka nekad, mama akhirnya ngikut saja kemana saya akan membawa motor.

Sayang juga, lama tinggal di Lampung, tapi kurang mengenal daerah-daerah di Lampung. Yah, meskipun ada sedikit ketakutan juga mengingat banyak daerah di Lampung yang rawan kejahatan seperti begal, kami tetap memutuskan untuk berangkat menuju Ulu Belu untuk pertama kalinya sepanjang kami tinggal di Lampung.

Rute ke Air Terjun Lembah Pelangi yang Kami Ambil


Sekitar pukul 12.40 siang, setelah sholat dzuhur, kami berangkat dari rumah orang tua di Gisting, menggunakan motor Jupiter Z warna hijau produksi tahun 2010. Motor ini sudah menemani kami kemana pun kami pergi, dan mudah-mudahan masih bertenaga.

Saya pribadi jujur merasakan kenikmatan tersendiri traveling menggunakan motor. Di samping lebih fleksibel, menggunakan motor juga kita bisa menikmati pemandangan sekitar dengan lebih puas. Seringkali, saat naik mobil kita malah ketiduran.

Selain itu, mumpung anak masih satu dan masih kecil juga sehingga masih muat naik motor bertiga. Jika sudah nambah anak lagi mungkin bakalan susah jalan-jalan naik motor lagi.

Di Pom Bensin Gisting, kami berhenti sebentar untuk mengisi amunisi, untuk bekal perjalanan menuju Air Lembah Pelangi di Ulubelu. Cukup isi premium 15 ribu saja, dan ternyata pas untuk perjalanan PP dari Gisting-Ulu Belu.

Rute perjalanan menuju UBL (singkatan dari Ulu Belu) kali ini kami ambil jalan lewat Talang Padang. Jadi dari Gisting kami jalan dulu menuju Pasar Talang Padang, dan berhenti sebentar untuk membeli tongsis.

Dari Pasar Talang Padang, kami ambil belok kiri, lalu jalan lurus terus mengikuti jalan utama, sampai ketemu simpang yang kalau ke kanan menuju Bendungan Batutegi/Kecamatan Air Naningan dan kalau lurus menuju Ulubelu.

Kami ambil jalan lurus menuju daerah UBL. Jalan menuju UBL ini relatif bagus, hanya ada beberapa jalan berlubang saja, tapi tidak terlalu mengganggu perjalanan. Kami pun merasa nyaman melewati jalan ini. Dan konon jalan menuju UBL juga relatif aman dari begal.

Jalan menuju Air Terjun Lembah Pelangi tinggal lurus terus mengikuti jalan utama Talang Padang-Ulu Belu, sampai ketemu Pekon Ngarip. Sebelum ketemu Pekon Ngarip kami melewati dulu PGE dan Danau Hijau. Di kompleks PGE ini kami jumpai pipa-pipa panjang yang dari kejauhan terlihat mengkilap panjang.

Danau Hijau Ulubelu
Danau Hijau di sebelah kiri jalan

Setelah sampai di Pekon Ngarip, sampai jalan mentok, ada jalan yang ke kanan dan ada yang kiri. Ambil yang ke kiri, lalu ke kanan, dan ke kanan lagi. Ada papan penunjuk jalanannya juga kok menuju Curup, tidak seperti Air Terjun Talang Ogan.

Kalau bingung, di pekon Ngarip ini bisa bertanya warga sekitar.

Hanya saja saya punya pengalaman kurang enak, saat mampir di warung di Pekon Ngarip ini. Karena haus, kami mampir sebentar ke sebuah warung yang cukup besar di kiri jalan di Ngarip ini.

Sekalian beli minuman dan makanan, kami sekalian tanya menuju lokasi air terjun. Si pemilik warung ini ternyata orangnya kurang ramah, mukanya cemberut saja. Jawab pertanyaan pun sambil memalingkan muka. Saat kami membeli di situ pun, sikapnya seolah-olah tidak suka kami membeli makanan di situ.

Hmmm, ya sudah lah, kami tidak ambil pusing. Kami lanjutkan perjalanan menuju Pekon Sukamaju. Dari Ngarip ini, jarak air terjun sekitar 3 km lagi.

Di pertengahan jalan, kami jumpai papan penunjuk jalan menuju lokasi. Ada dua jalan yang bisa kami lewati, ke kiri 1 km, atau lurus 1 km. Kami pilih jalan yang lurus 1 km saja karena jalanannya masih aspal.

Sesampai di akhir jalan aspal, kami kembali bertanya kepada warga, dan kali ini berbeda 180 derajat. Orang yang kami tanya menjawabnya sangat ramah, dan dari logatnya kami tahu beliau ini orang Jawa.

Dari beliu ini kami disuruh jalan lurus lagi, melewati jalan Onderlagh dan akhirnnya lewat jalan tanah. Untung tidak hujan dan semalamnya juga tidak hujan sehingga jalanan yang kami lewati lancar tidak ada masalah.

Akhirnya kami pun sampai di lokasi parkir tempat kami menaruh motor. Mobil juga bisa lewat ke dalam, sampai ke lokasi parkir yang disediakan oleh warga.

Sebelum masuk ke tempat parkir, kami harus membayar tiket masuk. 1 orangnya 3.500 rupiah dan motor 5.000 rupiah, sehingga total kami harus membayar 13.000 rupiah saja.

Tukang parkir dan penjaga tiketnya pun ramah, dan ternyata beliau juga sering turun ke bawah ke air terjun untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

Bukan cuma tukang parkir dan penjaga tiket, penjual di kantin yang ada di lokasi air terjun pun ternyata ramah-ramah sekali. Nyaman sekali wisata di Air Terjun Lembah Pelangi ini. Berbeda dengan tempat lain.

Rute ke Air Terjun Lembah Pelangi Lebih Dekat Jika dari Gisting


Di tengah perjalanan menuju Ulubelu, saat masih di Kecamatan Pulau Panggung, mendekati perbatasan dengan Ulu Belu, saya lihat di kiri jalan ada papan nama bertuliskan "Talang Jawa". Melihat nama Talang Jawa, pikiran saya kembali teringat pada saat nyasar jalan-jalan ke Air Terjun Talang Ogan beberapa pekan lalu.

Dan ternyata benar, tidak lama dari situ, saya dapati warung tempat saya pernah bertanya menuju lokasi Air Terjun Talang Ogan. Dan si sebelah kiri jalan saya lihat pula jalan menuju lokasi Air Terjun Talang Ogan.

Dalam hati saya langsung menyesal, kenapa tadi tidak lewat Gisting-Sumberejo-Gunung Batu-Talang Beringin saja. Lalu tembus ke jalan lintas Talang Padang - Ulubelu yang sedang kami lewati ini.

Kalau lewat Talang Padang, ternyata kami harus memutar cukup jauh, dan ujung-ujungnya ketemu jalan tembusan dari Air Terjun Talang Ogan ini.

Hmmm, tapi yah memang sebelumnya kami belum tahu kalau ternyata jalan lewat Sumberejo ini lebih dekat, jadi kami lewat Talang Padang.

Bagi anda yang ingin ke Ulubelu dari arah Kota Agung atau Gisting, saya sarankan lewat Sumberejo-Gunung Batu saja, karena rutenya lebih dekat.

Lumayan juga bisa menghemat waktu, mungkin sekitar 30 menitan, atau bisa lebih.

Pemandangan Menuju Ulubelu: Keren


Selepas dari Pulau Panggung, kami langsung mendapati sebuah tanjakan tajam, dengan lekak-lekuk yang tajam juga. Di Tanjakan lintasan Cacing ini, saya harus pasang Gigi 1 supaya motor tua saya bisa menanjak. Tanjakannya mungkin securam tanjakan di Sedayu, jalan menuju Bengkunat dan Krui.

Di sebelah kiri jalan, ada jurang yang sangat dalam dan di kejauhan terlihat pemandangan gunung yang begitu indah. Sepanjang mata memandang, warna hijau pepohonan menghiasi perjalanan kami.

Di tanjakan tajam ini kami benar-benar harus berhati-hati. Di samping harus waspada saat ada kendaraan yang turun dari atas, kami juga khawatir motor yang kami naiki tidak kuat menanjak. Trauma saat motor mati di Air Terjun Talang Ogan rasanya masih menghantui kami.

Dan ternyata benar, di tanjakan tajam ini, suara motor sudah mulai berubah lemah. Tarikan tenaganya pun tidak sekuat tadi. Duh khawatir juga.

Untungnya, dengan memainkan tarikan gas, akhirnya motor tetap bisa menanjak dan alhamdulillah motor tidak juga mati.

Mendekati akhir dari tanjakan cacing letter S ini, kami memutuskan berhenti, dan kami lihat ada 2 orang juga sedang berhenti dan asyik mengambil foto-foto keindahan alam di kiri jalan.

Dari tempat kami berhenti ini, pemandangannya benar-benar indah. Di kejauhan terlihat pemandangan gunung yang memukau, serta terlihat juga beberapa rumah di bawah sana.

pemandangan indah ulubelu
terlihat ada dua gunung di belakang sana

Kami pun meminta bantuan kepada salah seorang dari 2 orang tadi, untuk memfoto kami. Dan kami sempat berbincang-bincang sebentar, ternyata mereka berdua asli dari UBL. Mereka habis dari Pringsewu untuk membeli smartphone.

Dari cerita mereka berdua, kami tahu juga bahwa di tempat kami berhenti ini pernah ada truk fuso dan mobil L300 terjun ke bawah. Padahal curam benar jurangnya, melihat ke bawah saja jantung langsung berdesir ngeri.

Saat anda akan berkunjung ke UBL, pesan saya untuk berhati-hati di tanjakan ini karena tanjakan ini merupakan tanjakan paling curam dari jalanan menuju Air Terjun Lembah Pelangi UBL.

Setelah puas berfoto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan. Dan motor masih kurang bertenaga, efek tanjakan tajam tadi. Jalan kami pun terpaksa pelan-pelan. Tidak berapa lama, 2 orang yang bersama kami tadi menyalip kami dan melesat cepat meninggalkan kami yang jalan tersendat-sendat.

Dan ndilalahnya, kami masih harus menanjak, meskipun tidak tajam seperti sebelumnya. Biar pelan asal selamat, kami bersyukur sekali motor tetap jalan dengan lancar dan aman.

Sepanjang perjalanan, pemandangan memang betul-betul memukau, dengan jalanan yang berkelok-kelok naik dan turun. Ciri khas jalanan pegunungan.

Aroma bunga-bunga kopi tercium harum menggoda hidung. Baunya mirip dengan aroma melati, enak sekali baunya. Segarnya jalanan menuju UBL dengan udara yang sejuk pula. Cocok sekali untuk menenangkan pikiran.

Beberapa kali kami pun harus melewati turunan cukup tajam. Saat melewat turunan, pikiran kami cuma terlintas 1 hal, Gimana nanti pulangnya, kuat nanjak lewat jalan ini atau tidak?

Padahal banyak sekalai turunan yang kami lewati sepanjang jalan. Bismillah saja, mudah-mudahan kuat.

Danau Hitam Ulubelu


danau hitam ulubelu
Terlihat sebuah danau dari jalan

Di pertengahan jalan, saat turunan letter S sebelum sampai ke pemukiman penduduk dan Pasar UBL, di sebelah kanan jalan kami jumpai ada sebuah danau yang tidak sengaja kami lihat.

Awalnya saya pun tidak melihat ada genangan air di bawah karena memang tidak terlalu jelas kalau dilihat dari jalanan. Apalagi saya fokus melihat jalan, dan meliuk-liuk di tikungan.

Namun, mama ternyata melihat ada genangan air di bawah, yang pertama kali dilihat dikiranya sungai. Kalau itu sungai, yang saya heran tidak ada jembatan di jalan yang kami lewati tadi.

Karena tidak sempat melihat detailnya saat kami berangkat, pulangnya kami mampir sebentar ke pinggir jalan, dan kami lihat kalau itu bukanlah sungai, melainkan sebuah danau kecil, dan airnya berwarna coklat kehitaman.

Kami tidak tahu apa nama danau ini, dan saat bertanya kepada penjual kantin di Air terjun Lembah Pelangi juga mereka tidak tahu, maka kami tuliskan saja di sini "Danau Hitam".

Setelah kami lihat lebih lanjut, ternyata ada jalan masuk ke bawahnya. Tapi berhubung waktunya sudah sore dan takut kemalaman, kami pun memutuskan untuk lewat saja.

Padahal, pemandangan di danau ini ternyata indah juga lho. Mungkin kapan-kapan bisa mampir ke sini, atau anda jika sedang jalan-jalan ke Ulubelu bisa juga main ke danau ini.

Jalan Menuju Curup Lembah Pelangi


Setelah sampai di parkiran, kami langsung memarkir kendaraan dan foto-foto sebentar, lalu jalan turun menuju air terjun.

Jalanan masih terbuat dari tanah, melewati kebun-kebun kopi. Ternyata warga sekitar sudah membuatkan jalan, dan cukup nyaman juga sih jalannya. Undak-undakannya pun beberapa ada yang dikuatkan dengan bambu agar tidak longsor.

Berhubung kami berkunjung saat cuaca panas tidak hujan, jalanan sangat enak tidak licin. Kalau habis hujan mungkin licin juga karena jalan berupa tanah.

Karena berkunjung di hari Sabtu, maka air terjun tidak terlalu ramai, tapi justru itulah enaknya. Kalau terlalu ramai kurang enak juga.

Jalan menuju air terjun sebenarnya cukup dekat, tidak sampai 10 menit sudah bisa sampai di lokasi. Hanya saja jalanan memang turun, dan harus hati-hati juga.

Yang agak lama justru pas pulang itu, karena jalannya menanjak dan cukup capek juga. Benar-benar harus siapkan fisik untuk menuju ke sana.

Di tengah-tengah jalan turun, ada sebuah gubuk, dan di depannya disediakan tempat sampah. Pengunjung mohon untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan buang sampah pada tempatnya, atau sampah di bawa pulang.

gubug air terjun lembah pelangi
Gubug di pertengahan perjalanan

Gubuk ini sepertinya digunakan sebagai kantin kalau pengunjung sedang ramai. Saat kami berkunjung, gubug ini kosong.

Gubug ini juga tentunya dapat digunakan untuk berteduh saat turun hujan.

Di belakang Gubug, ternyata ada bangunan semi permanen lain, dan saat saya lihat ternyata itu adalah toilet. Ada airnya juga toilet ini yang dialirkan menggunakan selang dari parkiran di atas sana.

Air Terjun Kembar


air terjun kembar lembah pelangi ulubelu
Dua buah aliran air terjun yang indah

Tidak jauh dari Gubug, jalan sebentar turun ke bawah, kami jumpai simpang, kalau lurus menuju air terjun yang tinggi, dan kalau ke turun ke kanan menuju Air Terjun Kembar.

Kami pun ambil jalan menuju Air Terjun Kembar ini, dan jalannya sangat curam, tapi cukup aman. Alya pun harus saya gendong, karena takut kesulitan saat turun ke bawah.

Turunan ke air terjun kembar ini tidak jauh, sekitar 30 meter saja. Cuma karena turunannya tajam jadi harus ekstra hati-hati.

Setengah perjalanan, kami berhenti, karena kecapekan. Di sini disediakan sebuah papan untuk duduk-duduk. Dari sini sebenarnya air terjun juga sudah kelihatan sangat jelas dengan dua aliran air terjun. Itulah mungkin disebut Air Terjun kembar, karena memang ada dua aliran air terjun, meskipun tidak mirip sih.

Mama dan Alya pun cuma sampai di pertengahan jalan saja, karena saya tidak berani membawa Alya ke bawah lagi. Jalanannya bertambah curam, dengan jalanan berupa batu-batu semua. Tapi cukup kokoh juga.

Traveler harus ekstra hati-hati saat jalan menuju Air Terjun Kembar ini.

Sesampainya di bawah, rasa lelah langsung terbayarkan dengan pemandangan air terjun yang begitu memukai. Dua aliran air terjun yang cantik langsung menghiasi mata kita.

Di Air Terjun Kembar ini ternyata ada air panasnya juga, sayangnya saya belum sempat merasakan. Mungkin lain kali saat ke sini lagi.

Air Terjun Yang Lebih Tinggi


air terjun lembah pelangi
Air terjun Lembah Pelangi yang tinggi

Setelah puas mengambil gambar di Air Terjun Kembar, saya pun segera naik ke atas. Setelah sampai di tempat mama dan Alya duduk-duduk menikmati makanan, kaki saya langsung gemetar. Maklum, sudah jarang olah raga dan jarang juga naik turun.

Ternyata capek juga menanjak meskipun cuma beberapa meter. Haus juga, sehingga saya langsung menenggak air mineral yang kami bawah.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami, kembali menanjak, menuju air terjun yang kedua. Air terjun yang kedua ini lebih mudah dijangkau karena jalannya datar.

Air Terjun yang kedua ini saya tidak tahu namanya, sebut saja lah Air Terjun Lembah Pelangi kedua. Ketinggiannya memang benar-benar tinggi, mungkin sampai kali ya 100 meter.

Melihat air terjun, Alya langsung saja minta mandi. Yah, langsung saja saya bukain baju dan celananya. Lalu saja bawa Alya untuk mandi di tempat yang cetek saja.

air terjun lembah pelangi ulubelu
Alya sudah minta mandi

Beberapa pengunjung asyik berfoto-foto di atas batu. Saya sendiri karena membawa Alya, dan menemani Alya mandi, jadi belum sempat naik ke batu-batu dan mandi di bawah air terjun. Lain kali saja.

Air Terjun Lembah Pelangi ini recommended sekali bagi traveler yang suka keindahan alam. Tempatnya mudah dijangkau, dan jalan menuju lokasi pun relatif bagus. Aman dan Nyaman deh pokoknya.

Pulang Kehujanan


Pukul 5 sore lewat, kami memutuskan untuk pulang. Jika berangkatnya kami tinggal jalan kaki turun menuju air terjun, pulangnya kami harus menanjak.

Dan rasanya memang luar biasa. Keringat langsung banjir dan baju langsung basah. Seperti mau pingsan rasanya, padahal tanjakannya tidak terlalu tinggi.

Yah, gara-gara kekurangan olah raga jadi begini. Kalah sama Alya yang tetap semangat naik, meskipun beberapa kali minta gendong.

Akhirnya, setelah 15-20 menit menanjak, sampai juga kami di atas. Kami pun langsung menuju warung di dekat parkiran dan saya memesan es kopi dan mama memesan kopi panas.

Kami pesan juga 1 popmie karena perut jadi lapar juga setelah naik turun tadi.

Setelah selesai makan, kami pun membayar minuman dan pop mie yang kami pesan. Warung di sini tidak memberikan harga yang mahal-mahal. Kopi cuma dihargai 3 ribu rupiah saja dan pop mie 7 ribu rupiah.

Di samping harganya yang murah, penjualnya juga ramah-ramah, bikin plesiran di Air Terjun Lembah Pelangi makin betah.

Saat kami naik motor dari Air Terjun Lembah Pelangi, cuaca masih cerah. Kami pun sama sekali tidak menyangka akan hujan. Sampai Ngarip, PGE, dan jalan terus melewati perkampungan, cuaca masih cerah tidak ada tanda-tanda mau hujan.

Saat kami tiba di tikungan di "Danau Hitam", cuaca sudah mulai mendung. Namun belum turun hujan.

Sepanjang perjalanann, cuaca makin gelap, di samping makin sore, juga awan makin menutupi langit.

Apesnya, saat akan memasuki perkebunan yang tidak ada penduduk, di akhir dari perkampungan, hujan mulai turun.

Kami berhenti sebentar, memakai mantel hujan, melanjutkan perjalanan, dan hujan mulai turun cukup deras.

Jalanan yang kami lewati gelap, tidak ada lampu jalan karena kiri kanan hanya ada perkebunan kopi, dan jalanan juga sepi. Hanya sesekali ada motor melewati kami, dan itu pun kami takut kalau itu begal.

Kami jalan pelan-pelan karena takut jalanan licin. Bismillah, jalan sendirian di jalanan yang sepi, hanya Tuhan yang bisa menolong.

Perjalanan terasa lama, dengan hujan yang belum juga berhenti, melewati turunan dan tanjakan berkelok-kelok, dan untungnya motor saya cukup kuat mengantarkan kami pulang.

Lalu sampailah kami di tanjakan yang tajam tempat kami foto-foto saat berangkat. Kali ini kami tinggal turun tajam, dan harus jalan pelan-pelan, khawatir dari bawah ada mobil lewat.

Alhamdulillah, tidak lama dari turunan ini, sampailah kembali kami di perkampungan penduduk, dan kami cari masjid di kiri jalan, lalu mampir sebentar untuk sholat Maghrib.

Selepas dari masjid, sampai Pulau Panggung tinggal gerimis kecil saja. Di Talang Padang, terlihat hanya sisa-sisa air hujan. Lalu di MTSN Talang Padang, hujan kembali turun deras. Untungnya kami tetap memakai mantel sehingga kami pun terus jalan menuju rumah.

Tepat adzan sholat Isya, kami sampai di rumah dengan selamat. Alhamdulillah.

Potensi Wisata Ulubelu


Air Terjun Lembah Pelangi di Ulubelu ini memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan, sayangnya saya melihat masih kurang seriusnya pemerintah menggarap sektor pariwisata. Jalanan dan fasilitas masih banyak yang perlu dibenahi.

Kalau saya membayangkan, Air Terjun Ulubelu ini bisa dikembangkan menjadi tempat wisata seperti Baturaden di Purwokerto, Banyumas.

Persoalan Lahan tidak masalah, masih banyak lahan-lahan kebun kopi yang bisa disulap menjadi tempat wisata alam. Bisa juga ditambahkan taman, dan tempat permainan anak-anak seperti ayunan, perosotan, dan lain-lain.

Jika dikelola dengan lebih serius, dan keamanan dijaga serta sarana prasarana dipenuhi, bukan tidak mungkin Ulubelu menjadi Baturaden atau Diengnya Tanggamus, lalu berdiri penginapan, dan ada transportasi umum menuju Ulubelu.

Akhir kata, itu hanya harapan dari salah satu masyarakat Lampung yang cinta wisata seperti saya. Mudah-mudahan, Air Terjun Lembah Pelangi di Ulubelu Tanggamus kian maju, kian lengkap fasilitasnya, dan kian terjaga kealamian dan kebersihannya. Happy Traveling.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.

6 komentar

Ada dua gunung juga ya. Kerennn!!! Salam blogger!

Iya keren mas. Aslinya lebih indah dari yang terlihat di foto, kameranya jelek soalnya.

Main ke Lampung sini mas hehehe.

Salam blogger.

perjalanan menuju air terjun memang pengalaman yang menarik, dan seringkali memang butuh perjuangan karena mesti jalan kaki hehehe..
seru bisa jalan-jalan dengan keluarga^^
salam kenal dari semarang :)

bener banget mas. Semarang juga banyak air terjun yah, pengin juga kapan kapan ke sana hehehe.

Rasanya kalau gak sama keluarga, jalan jalan terasa hambar :)

Salam juga mas dari Lampung :)

aaahh, aku pernah kemari. Tapi belum sempat membahas khusus di blog.
Jalur ke arter-nya pendek sih ga jauh. Tapi pas pulang tetep aja ngos-ngosan, hehehe...

Bener banget om, sepertinya air terjun paling keren di tanggamus nih. Recommended banget kalau mau ke Ulubelu, alamnya masih indah hehehe.

Ayo Om dibahas khusus di blognya Om Yopie


EmoticonEmoticon