Wednesday, June 29, 2016

Trip Murah Lampung-Jogja Ala Saya

Trip Murah Lampung Jogja - Jalan-jalan adalah salah satu hobi saya. Sayangnya, masalah biaya dan waktu yang terbatas masih menjadi kendala saya. Alhasil, jalan-jalan saya pun cuma masih sebatas di situ-situ saja, belum bisa keliling Indonesia.

Mungkin jika blog saya nanti sudah menghasilkan uang yang setidaknya 3 kali dari gaji saya sebagai PNS saat ini, saya akan keluar dari PNS dan fokus mengurus blog, lalu bisa jalan-jalan kapan saja saya mau.

Cerita traveling kali ini sebenarnya cerita traveling kami: saya, mama, dan Alya, pada tahun 2015 lalu, sekalian mudik ke rumah orang tua saya di Purbalingga, mengingat pada lebaran di bulan Juli kami tidak bisa mudik ke Purbalingga.

Searching Tempat Wisata dan Penginapan Murah di Jogja


Tujuan utama kami sebenarnya ingin sowan ke rumah orang tua, melepas kangen setelah satu tahun tidak berjumpa. Namun, sepertinya terlalu sayang kalau cuma mudik, tapi tidak mampir ke mana-mana.

Akhirnya saya punya ide, untuk mampir dulu ke Jogja, setelah itu baru ke Purbalingga.

Niat itu pun saya sampaikan ke Mama, dan Mama pun langsung menanggapinya dengan penuh antusias. Kami pun sepakat untuk jalan-jalan dulu ke Jogja sebelum mudik ke rumah orang tua.

Mengingat saya tidak terlalu mengenal Jogja, saya pun mulai searching penginapan, hotel, hostel, Guest House, maupun wisma murah di Jogja. Dan hasilnya banyak sekali blog yang membahas penginapan murah di Jogja.

Namun ada satu situs yang menurut saya cukup lengkap menggambarkan Kota Jogja dengan informasi kuliner, penginapan, dan berbagai destinasi wisatanya. Ada juga peta wisata gratis yang dibagikan situs tersebut. Situs tersebut adalah yogyes.com.

Menurut saya. pembahasan yang ada di yogyes.com cukup lengkap dan juga disertai dengan peta maupun Google Map. Lalu diberi ulasan juga dan informasi penting lainnya.

Di yogyes.com inilah saya melihat berbagai ulasan tempat wisata menarik yang ada di Kota Yogyakarta disertai sarana transportasi untuk mencapainya.

Berbagai tempat penyewaan motor dan juga mobil juga diulas di situs ini. Bagi anda yang ingin jalan-jalan ke Jojga dan masih buta dengan Jogja, bisa berkunjung ke situs yogyes.com untuk persiapan anda traveling ke Kota Pelajar ini.

Setelah searching beberapa waktu, akhirnya kami putuskan beberapa tempat wisata yang akan kami kunjungi serta penginapan murah yang akan kami gunakan.

Beli Tiket Kereta Api


Setelah memutuskan untuk traveling ke Jogja dulu sebelum ke tempat orang tua, saya pun memesan tiket kereta api melalui situs resminya di tiket.kereta-api.co.id pada tanggal 29 Agustus 2015. Kami memang memutuskan untuk menggunakan jalan darat dibandingkan dengan jalur udara, untuk menghemat biaya.

Awalnya, kami mau naik kereta api dari Merak langsung ke Jogja, tapi setelah dipikir-pikir, kelamaan nunggu di Meraknya.

Kereta Api Krakatau dari Merak sendiri baru berangkat pukul 08.30 pagi dari Stasiun Merak, sedangkan kami biasanya sampai di Pelabuhan Merak dari Lampung sekitar pukul 00.00. Bingung juga kalau harus menunggu selama 8 jam lebih di pelabuhan.

Akhirnya kami putuskan untuk naik kereta dari Stasiun Pasar Senen saja menuju Yogyakarta. Dan setelah memilih-milih jadwal keberangkatan, saya pilih keberangkatan kereta hari Minggu tanggal 13 September 2015 menggunakan kereta Gajahwong.
tiket kereta api senen-jogja
Pemesanan tiket kereta api Gajahwong Pasar Senen Jogja
Harga tiket kereta waktu itu Rp145.000,- per orang, dan untuk Alya gratis karena masih di bawah 3 tahun. Harga dua buah tiket dewasa Rp290.000,- dan mendapatkan diskon Rp7.500,- sehingga yang harus saya transfer sebesar Rp282.500,-.

Pesan Penginapan


Setelah memesan tiket kereta api, dan saya bayar di atm, malam harinya langsung saya booking kamar untuk menginap selama 3 hari di Jogja.

Dari situs yogyes.com, setelah membaca beberapa ulasan penginapan murah, lalu pilihan saya jatuh ke Pondok 71 di daerah Pugeran. Saya pun langsung menghubungi nomor telepon yang tercantum di situs dan langsung terhubung kepada pemilik penginapan.

Yang mengangkat telepon adalah seorang perempuan, dan tanpa basa-basi langsung saya tanyakan bisa booking kamar untuk tanggal 13 September malam atau tidak selama 3 hari.

Si pemilik penginapan menjawab, masih ada kamar, dan saya harus mentransfer DP dulu. Esok harinya pun saya transfer 50% dari tarif penginapan selama 3 hari sesuai yang diminta pemilik Pondok 71 Jogja.

Berangkat ke Bakauheni


Hari Sabtu, 12 September 2015 akhirnya tiba. Sebelum Ashar, kami sudah berangkat dari Sukabanjar menuju Terminal Rajabasa, untuk selanjutnya naik bus jurusan Rajabasa-Bakauheni.

Kami memang sengaja tidak memilih naik travel karena biasanya berdesak-desakan. Travel di Lampung biasanya mengisi penumpangnya melebihi kapasitas mobil yang seharusnya, sehingga penumpang merasa kurang nyaman karena berdesak-desakan.

Selain itu, saat naik travel, Alya juga sering pusing sehingga kasihan juga.

Oleh karena itu, perjalanan menuju Bakauheni biasanya kami lebih memilih menggunakan angkutan umum karena lebih longgar tempat duduknya.

Saya mengantarkan Alya dulu menuju Masjid di samping terminal, kemudian saya titipkan motor di Bundaran Rajabasa, tempat langganan saya menitipkan motor saat akan bepergian jauh.

Setelah menitipkan motor, saya kembali lagi ke Terminal, dan sholat Ashar dulu di Masjid.

Selepas Ashar, kami masuk ke terminal Rajabasa. Terminal Rajabasa sekarang sudah jauh berbeda dengan terminal Rajabasa yang dulu.

Terminal yang dulunya angker karena banyaknya preman dan juga calo yang nakal, sekarang kelihatan lebih rapi dan tertata, meskipun masih banyak juga yang harus dibenahi untuk kenyamanan pengunjung tentunya.

Sekitar pukul 5 sore, bus yang kami naiki berangkat dari Rajabasa menuju Bakauheni. Beberapa bangku masih ada yang kosong. Bus-bus angkutan umum ini memang sudah banyak tersaingi oleh travel sehingga penumpangnya tidak seramai dulu.

Harga tiket bus Rajabasa-Bakauheni sebesar Rp30.000,- per orang untuk bus AC. Karena kami memesan 3 kursi, jadi kami bayar Rp90.000,-.

Singkat cerita, bus pun akhirnya sampai di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 8 malam.

Hebohnya Alya di Kapal


Sesampai di Pelabuhan Bakauheni, kami tidak langsung naik ke kapal. Kami istirahat sebentar, duduk-duduk sambil meluruskan kaki, dan membeli minum dan snack di Indomaret di dekat loket Tiket Masuk Kapal.

Setelah buang air kecil dulu di toilet, kami pun segera memesan tiket penyeberangan. Kalau tidak salah, harga tiket waktu itu Rp15.000,- untuk dewasa dan Rp13.000,- untuk anak kecil. Total harus kami bayar Rp43.000,-.

Saat sampai di kapal, untungnya kami dapat kapal yang bagus dan ada kamar lesehannya. Kami pun langsung menuju ruang lesehan dan membayar tiket lagi Rp8.000,- per orang, dan kami bayar Rp16.000,- untuk saya dan mama, Alya tidak perlu bayar lagi.

Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya saat naik kapal, Alya pun bikin kesal papa mamanya. Di ruang lesehan ini, Alya lari kesana kemari tanpa rasa capek, padahal papa mamanya sudah saking capek dan saking ngantuknya.

Jadilah kami sepanjang penyeberangan itu tidak bisa tidur mengawasi Alya bermain. Disuruh tidur gak mau, dan maunya lari-lari terus.

Apa lagi, ternyata banyak anak kecil yang seumuran Alya yang ikut bermain juga. Jadilah mereka heboh di ruangan itu, bermain sampai lupa waktu.

Kepala kami pusing benar menahan kantuk. Dan Alya masih belum juga mau tidur. Sampai akhirnya kapal berhenti di Pelabuhan Merak pun, masih juga belum tidur.

Tepar di Bus


Kapal mendarat di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 12 malam. Turun dari kapal, kami mampir sebentar ke masjid di pelabuhan, dan mampir juga membeli minuman di Indomaret.

Sesampai di Merak ini, kami belum memutuskan mau naik bus jurusan mana, karena memang tidak ada bus jurusan Merak langsung ke Pasar Senen.

Di pelabuhan, ada sopir travel yang menawarkan kepada kami, tapi setelah kami tanya harga, ternyata lumayan mahal. 100 ribu per orangnya dari Merak ke Stasiun Pasar Senen. Kami putuskan naik bus saja.

Kami pun kemudian naik ojek dari pelabuhan ke Terminal Bus Merak, dan membayar 7.000 rupiah.

Sesampai di Terminal, setelah sempat bimbang mau naik bus yang mana, akhirnya kami pun memilih bus jurusan Merak-Pulo Gadung dengan harga tiket Rp30.000,- per orang.

Tidak menunggu lama, bus kemudian berangkat dan AC busnya pun terasa cukup dingin. Mungkin karena kelelahan, Alya pun akhirnya tidur dengan pulas di bus. Saya dan mama pun tertidur juga. Lalu, bangun-bangun kaget karena kenek bus bilang "Honda, Honda, Honda, Ayo yang mau turun di Honda".

Setengah sadar, kami pun langsung bangun dan kemudian turun dari bus. Pusing rasanya kepala karena rasanya baru tidur sebentar dan terbangun karena kaget.

Setelah melihat jam, ternyata waktu sudah mendekati waktu subuh.

Dari honda, kami melanjutkan perjalan menuju Stasiun Senen menggunakan ojek dengan ongkos 15 ribu rupiah. Tidak terlalu lama, kami pun akhirnya sampai di Stasiun Senen tepat saat adzan Subuh berkumandang.

Kecopetan


Karena waktu Subuh sudah masuk, kami pun bergantian untuk sholat. Toilet dekat mushola, ternyata begitu ramainya, dan antriannya sangat panjang. Saya pun keluar stasiun, menuju toilet umum. Kemudian kembali lagi ke mushola dan Sholat Subuh di sana.

Sekembali dari mushola, Mama langsung panik. Setelah saya tanya, ternyata dompetnya hilang, kecopetan. Tidak sadar juga, hilangnya saat turun dari motor tadi atau saat duduk-duduk menunggu saya sholat.

Saat turun dari bus di Honda, dompet masih ada di tas. Kemudian saat mau bayar kopi, begitu buka tas, ternyata dompet sudah tidak ada.

Pada saat duduk-duduk sambil menunggu saya sholat, mama pesan kopi sama seorang penjual. Lalu diajaklah ngobrol sama penjual itu. Dan kebetulan juga, tas digendong di belakang, tidak ditaruh di depan.

Kecurigaan kami, pada saat ngobrol-ngobrol itulah, si pencopet datang, lalu membuka tas dan mengambil dompet, karena waktu itu mama sedang sibuk ngobrol dengan penjual kopi, jadi tidak fokus lagi dengan barang-barangnya.

Pesan saya, untuk siapa saja yang membawa barang-barang berharga di tas, agar selalu menaruh tas di depan sehingga barang lebih terjaga.

Kereta Berangkat


Sekitar pukul 6 pagi, kami pun naik ke kereta, karena Kereta Gajahwong akan berangkat dari Stasiun pada pukul 6.45 pagi.

Alya masih terlihat pusing karena kurang tidur. Terlihat tidak ada semangat untuk lari-lari lagi, malahan mintanya gendong terus sambil merengek-rengek.

Sebelum berangkat, saya sempatkan dulu untuk membeli sarapan, dan kami pun sarapan dulu dan juga membungkusnya untuk bekal makan siang di kereta.

Dan ternyata kereta ini berangkat on time. Pukul 6.45, kereta pun berangkat menuju Yogyakarta. Alya yang tadinya lemas karena kurang tidur, begitu lihat kereta langsung semangat lagi dan kembali hobi bermainnya muncul.

Jadilah di kereta, seperti di kapal, lari-lari kesana kemari tanpa lelah, lupa kalau semalam tidak tidur. Namun, menjelang waktu dzuhur, akhirnya Alya kembali kecapekan dan akhirnya terlelap.

Kereta pun akhirnya sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 2 siang lewat. Kami pun turun dari kereta lalu menuju halte TransJogja, kemudian naik bus menuju Pondok 71 di Pugeran.

Total Biaya


Biaya yang kami keluarkan untuk traveling dari Lampung ke Jogja terbilang cukup murah karena kami memilih ngeteng. Adapun rincian biaya yang kami keluarkan kurang lebih:
  • Tiket Kereta Api 2 orang:                                 Rp282.500,-.
  • Bus Rajabasa-Bakauheni 3 orang:                       Rp90.000,-.
  • Tiket Kapal:                                                        Rp43.000,-
  • Ruang Lesehan:                                                   Rp16.000,-.
  • Ojek Pelabuhan Merak-Terminal Bus Merak:      Rp14.000,-
  • Bus Merak-Honda 3 orang:                                 Rp90.000,-.
  • Ojek Honda-Stasiun Senen 2 ojek:                      Rp30.000,-
Total:                                                                           Rp565.500,-.

Total pengeluaran di atas belum termasuk makan dan minum.

Bagaimana, cukup murah bukan, traveling keluarga dari Lampung menuju Jogja? Asyiknya jalan-jalan ke Jogja sampai saya pun ingin kembali lagi ke sana.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon