Thursday, June 30, 2016

Pengalaman Menginap di Pondok 71 Jogja

Setelah sampai di Jogja, dari Stasiun Tugu Yogyakarta, kami berjalan kaki menuju Halte TransJogja, yang terletak sekitar 100-200 meter dari pintu keluar Stasiun. Sebelum sampai di Halte, beberapa kali kami ditawari taksi. Saya tanyakan berapa tarifnya, dijawab 60 ribu rupiah untuk sampai ke Pondok 71 Pugeran Jogja. Saya pikir mahal amat.

Lalu kami pun berjalan kembali, dan tukang becak juga menawari kami. Saya tanya lagi berapa ongkos ke Pondok 71, dijawab "40 ribu saja mas". Saya pun kaget, mahal amat.

Kami berjalan kembali untuk mencari lokasi halte. Khawatir tidak ketemu, saya pun bertanya kepada warga setempat, dan ternyata tidak jauh. Halte TransJogja sudah bisa saya lihat.

Halte TransJogja tidak sebesar halte TransJakarta. Busnya pun tidak sebagus bus TransJakarta. Kondisi bus terlihat sudah tua dan kurang terawat. Sudah gitu, saat kami naik, ternyata kami harus berdesak-desakan karena begitu banyaknya penumpang.

Rute Pondok 71


Rute untuk menuju Pondok 71 Jogja ternyata sangat mudah. Pondok 71 sendiri terletak di daerah Pugeran, tepatnya berada di Jalan MT Haryono Pugeran MJ2 71. Letaknya berdekatan dengan Pojok Benteng Barat dan juga Halte TransJogja MT Haryono.

Karena saya belum tahu rutenya, pada saat mau naik bus, saya pun bertanya kepada mba yang jaga loket TransJogja.

Setelah itu dikasih tahu, untuk menuju Pondok 71, turun saja di Halte MT Haryono, lalu menyeberang jalan. Ada jalan paving dan di situ akan ditemukan penginapan 2 lantai dan ada tanda angka 71 pula di pojokkan bangunan.

Sangat mudah ditemukan, dan tidak pakai nyasar. Begitu turun dari bus, menyeberang jalan, saya langsung menemukan lokasi Pondok 71 dan langsung ketemu dengan mba yang jaga penginapan.

Sesampai di penginapan, saya diminta untuk menunjukkan dulu bukti transfer DP, dan setelah itu baru melunasi sisanya.

Dapat Kamar Jelek


Meskipun saya booking kamar beberapa minggu sebelumnya, saat saya sampai di penginapan, ternyata saya dikasih kamar yang paling pojok, sebelah kiri penginapan, dekat dengan tembok dan tempat parkir motor.

kamar pondok 71 Jogja
Kamar di Pojok yang dikasih ke saya

Jika dilihat, seperti kos-kosan mahasiswa. Tapi yah wajar sih, memang bukan hotel.

Cuma yang bikin kecewa, saat masuk ke kamar, ternyata nyamuknya luar biasa banyaknya, menempel di mana-mana. Seperti tidak terawat kamarnya. Kami pun harus hunting nyamuk sebelum merapikan barang-barang bawaan.

Kalau ada selambu sih masih mendingan, bisa tidur nyenyak. Sayangnya, tidak ada selambu, dan tidak ada obat nyamuk juga, sehingga terasa mengganggu sekali.

Sudah gitu, ACnya pun ternyata seperti mau rusak. Kurang terasa pakai AC. Sepertinya lebih enakan pakai kipas angin.

Untuk kamar mandi, tidak ada ventilasi ke luar sehingga bau kamar mandi pun tercium sampai ke tempat tidur, meskipun pintu sudah ditutup. Rasanya pengap dan kurang sirkulasi udaranya.

Saran saya, bagi yang mau nginep di Pondok 71 ini, jangan mau kalau dikasih kamar yang di sini. Kamarnya jelek dan banyak nyamuk.

Saat saya melihat kamar lainnya di lantai 2, ternyata kamarnya lebih bagus dan lebih bersih. Padahal harganya sama. Jadi, kalau bisa mintalah kamar di lantai 2 ini jika anda ingin menginap di Pondok 71 Jogja.

Tarif Penginapan


Tarif penginapan bagi saya cukup murah, yaitu Rp100.000,- per malam. Saya membawa Alya, dan ternyata Alya dihitung juga sebagai tambahan orang, dan dikenakan charge Rp20.000 per malamnya. Lalu karena saya datang pada hari Minggu, dikenakan charge lagi Rp20.000,-.

Untuk hari Senin dan Selasa tidak dikenakan Charge tambahan.

Total biaya penginapan 3 malam di Pondok 71 ini saya bayar Rp380.000, 140 ribu untuk hari Minggu malam Senin dan masing-masing 120 ribu untuk hari Senin dan Selasa.

Tarif penginapan di atas tidak termasuk sarapan. Untuk sarapan, pengunjung harus mencari sendiri. Saya sendiri mencari sarapan di dekat Pojok Benteng Barat, di situ ada beberapa angkringan yang buka di pagi hari sampai malam hari.

Harga makanan di angkringan saya bilang sangat murah dan kenyang di perut tentunya.

Jika ditanya, apakah masih mau menginap di Pondok 71 ini lagi atau tidak, jawaban saya mungkin tidak. Di samping pernah punya pengalaman dikasih kamar yang jelek di Pondok 71 ini, juga pemilik penginapan ternyata orangnya judes. Kurang ramah.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon