Saturday, June 4, 2016

Bermain Ombak Di Pantai Terbaya Kota Agung, Tanggamus

foto pantai terbaya dari atasPantai Terbaya? Kota Agung? Tanggamus? Mungkin banyak yang belum mengenal ketiga nama tersebut. Pantai Terbaya merupakan salah satu wisata bahari yang ada di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. Jika anda berkunjung ke Lampung, salah satu Kabupaten di Lampung yang memiliki destinasi wisata yang cukup lengkap adalah Kabupaten Tanggamus ini.

Saya bersama mama dan Alya berkunjung ke Pantai Terbaya ini pada hari Sabtu, 4 Juni 2016, menghabiskan sabtu sore di Pantai yang elok ini.

Sebelum berangkat ke Pantai, sebelumnya kami mampir ngadem dulu di Taman Kota Tanggamus dan numpang sholat di Masjid Islamic Center Tanggamus.

Selepas dari Islamic Center, kami mampir ke warung di jalur dua, membeli minuman untuk melepas dahaga. Setelah itu, kami langsung menuju Pantai Terbaya, dan sampai di lokasi sekitar pukul 15.50.

Sesampainya di Pantai Terbaya, seorang pengelola pantai langsung mengarahkan kami untuk memarkir motor, lalu memberikan selembar tiket masuk kepada kami, dan kami harus membayar sebesar Rp20.000,- termasuk untuk parkir motor.

Kami pun turun mengikuti jalan setapak yang sudah disemen. Dari atas sudah terdengar kerasnya suara ombak yang bergemuruh. Biasa main di pantai Teluk Lampung yang tidak berombak, tiba-tiba mendengar deburan suara ombak rasanya masih agak kaget juga.

Ombak di Pantai Terbaya ini cukup tinggi juga, meskipun tentu saja tidak setinggi ombak di pantai selatan pulau jawa atau pantai di daerah Krui Pesisir Barat.
ombak pantai terbaya tanggamus
Berdiri di atas batu besar memandang ombak
Begitu sampai di bawah, awalnya agak takut-takut juga mandi di pantai ini, mengingat ombaknya saya lihat lebih besar dibandingkan dengan terakhir kali saat saya ke sini. Tapi setelah agak lama berada di sini, ketakutan mulai hilang.

Pengunjung pantai di sore itu cukup sepi, terlihat cuma beberapa orang saja di pantai, dan beberapa sedang asyik bermain-main ombak di pinggiran pantai.
foto pengunjung pantai terbaya
Mama, Alya, dan beberapa pengunjung Pantai Terbaya Tanggamus
Mungkin bukan waktunya liburan sehingga pengunjung kurang ramai. Dan waktu sudah sore juga, sehingga sudah banyak pengunjung yang pulang. Padahal, sebelum Ashar saya lihat ada beberapa mobil dan juga motor yang parkir di Pantai Terbaya ini.

Menikmati Dihempas Ombak Pantai Terbaya

Sebelum mandi di laut, kami lihat masih ada penjual makanan ringan di pinggiran pantai. Mama pun membelikan kami cemilan untuk mengganjal perut kami yang mulai keroncongan.

Setelah makan kacang sukro, saya sempatkan jalan-jalan sebentar mengambil beberapa foto, dan setelah itu saya dan Alya pun langsung bergegas menuju hamparan batu-batuan kecil menantikan datangnya ombak.
mandi di pantai terbaya tanggamus
Menantikan ombak di pinggiran pantai bareng Alya
Kali ini Alya tidak takut lagi sama ombak. Pertama kali diajak main ke laut dulu, di Tanggamus juga, Alya takut sama ombak, nangis teriak-teriak tidak mau berhenti. Tapi Alya kini malah suka sekali sama pantai dan mandi bermain ombak.

Mengingat ombak yang cukup tinggi, saya tidak berani mambawa Alya ke tengah-tengah, karena Alya masih terlalu kecil dan belum bisa renang.

Jadilah saya dan Alya duduk-duduk di pinggiran pantai, di atas batu-batu kecil, menanti datangnya ombak menerjang kami.
Menantikan datangnya ombak
Ombak segera menghampiri kami
Dan ombaknya benar-benar kuat saat menghantam kami, sampai saya pun jatuh tertidur tidak kuat menahan hantaman ombak.
ombak pantai terbaya menghantam kami
Saya dan Alya terguling disapu ombak
Alya pun teriak-teriak kegirangan saat ombak datang dan menghempaskan kami. Beberapa kali juga saya dan Alya kelelep saking tingginya ombak dan meminum asinnya air laut.

Tapi memang dasar Alya ini suka mandi di laut, tidak ada rasa kapok dan takut. Kami pun masih tetap bertahan menantikan datangnya ombak menyeret kami.

Setelah cukup lama kami asyik bermain, saya pun ingin segera mandi agak ke tengah dan menikmati sensasi ombaknya.

Alya pergi menuju Mama lalu kembali asyik memakan jajanan yang dibeli tadi. Dan mumpung Alya lagi sama mama, saya segera ke tengah, menantikan datangnya ombak.

Jika di pinggiran pantai isinya kerikil dan batu-batuan, jalan sedikit ke tengah ternyata kaki saya langsung menginjak pasir yang halus. Enak sekali, mandi di sini, tanpa khawatir kaki terkena batu karang, karena memang dasarnya berupa pasir yang benar-benar halus.

Rasanya senang sekali menikmati ombak, setelah sekian lama hanya menikmati pantai tanpa ombak. Inilah ombak besar yang siap menghantam saya.
selamat datang ombak
waaah enaknya ombak ini, mantap.
Saya pun puas sekali berenang-renang di pantai ini, menikmati pasir halus yang sangat nyaman di kaki.

Melihat saya mandi, Alya kembali iri. Alya kembali menghampiri saya, dan kami duduk-duduk kembali menantikan ombak menghampiri kami.

Sekitar pukul 16.45, kami putuskan sudahan, karena sepupu Alya sudah menunggu di rumah Mbah. Takut menunggu kelamaan, kami pun menuju kamar mandi di pinggiran pantai.

Airnya dingin benar dan segar, sampai Alya pun betah mandi di pancuran di kamar mandi ini.

Setelah selesai memandikan Alya, kemudian saya mandi dan ganti baju, kami segera berkemas. Terlihat beberapa pengunjung masih asyik mandi di pinggiran pantai.

Kemudian kami pun pulang ke tempat Mbah Alya. Sampai jumpa lagi Pantai Terbaya di lain waktu.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon