Wednesday, June 29, 2016

Tak Terasa, Alya Sudah Mau Masuk TK

Waktu berjalan dengan begitu cepatnya, dan tak terasa jika orang yang kita cintai telah melewatkan berbagai tahapan kehidupannya. Begitu juga dengan waktu yang saya miliki, berjalan begitu cepat, sampai-sampai tak terasa kalau Alya sudah tumbuh besar dan menyelesaikan sekolah pertamanya di PAUD.

PAUD Bhakti Kesuma, merupakan sekolah formal pertama Alya, tempat sosialisasi bersama teman-teman seumurannya.

PAUD Bhakti Kesuma sendiri merupakan satu-satunya PAUD di desa kami, Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran. PAUD ini berdiri di bawah naungan Yayasan Bhakti Kesuma.

Awal Masuk PAUD


Awal mula masuk ke PAUD sebenarnya sama sekali tidak direncanakan, mengingat umur Alya yang masih kecil. Waku itu baru 3 tahun kurang 1 bulan. Rencananya sih baru tahun depannya Alya ini mau masuk sekolah.

Nah, cerita Alya masuk PAUD dimulai dari sepulang kami dari Purbalingga. Pada bulan September 2015 lalu, kami mudik ke rumah orang tua saya, di Purbalingga. Di tempat mbahnya ini, Alya punya sepupu yang bernama Fiqih, yang umurnya 1,5 tahun lebih tua dari Alya.

Saat Alya mudik ke tempat mbah, kebetulan sekali Fiqih baru masuk PAUD. Tiap pagi, selama Alya di situ, Alya selalu ikut Fiqih berangkat sekolah.

Tak kalah dengan Fiqih, Alya pun ikut berdandan ala dandanan anak sekolah. Ikut pakai sepatu, dan ikut bergaya anak sekolah juga.

Singkat cerita, pulanglah kami ke Lampung, dan Mama Alya iseng-iseng datang ke PAUD Bhakti Kesuma, lalu ketemu guru di situ dan ngobrol-ngobrol.

Lalu Mama pun menyinggung masalah pendaftaran, dan ternyata boleh saja mendaftar di PAUD meskipun sekolah sudah jalan beberapa bulan.

Dan akhirnya, di bulan Oktober 2015, resmilah Alya masuk ke PAUD. Dan Alya pun kegirangan masuk sekolah di hari pertamanya.

9 Bulan Itu Tidak Lama


Awal mula masuk ke PAUD, tiap hari Alya selalu diantar mama ke sekolah, lalu ditungguin sampai selesai. Sekolah masuk pukul 8 pagi dan pulang sekitar pukul 10 pagi. Sekolah PAUD cuma 2 jam, dan mama dengan setia menunggu Alya sampai selesai.

Di awal-awal masuk sekolah, ada satu anak laki yang nakal sama Alya, namanya Doni. Sepulang sekolah, Alya selalu cerita kalau dia dinakalin sama Doni.

Tapi, lama kelamaan, si Doni ini malah akhirnya senang sekali berteman sama Alya, sampai-sampai kalau temennya ada yang deket sama Alya, si Doni ini marah-marah.

Sebenarnya, saya sempat sedih juga, tidak bisa menyaksikan Alya belajar di sekolah, tidak bisa menemani Alya, dan tidak bisa melihat perkembangannya di sekolah.

Tapi, beberapa bulan terakhir sebelum Alya selesai dari PAUD, saya punya waktu tiap hari untuk mengantarkan Alya berangkat ke sekolah.

Pukul setengah 8 pagi kurang, sekalian berangkat ke kantor, saya mengantarkan Alya ke sekolahnya. Sebenarnya masih kepagian, dan sering saya jumpai guru PAUDnya belum datang ke sekolah.

Dan yang bikin sedih, sering sekali saat mengantar Alya ke sekolah, lalu gurunya belum datang, dan rasanya tidak tega ninggalin Alya sendirian di sekolah tanpa teman.

Mau tidak mau, akhirnya Alya saya titipkan ke rumah Alika, teman Alya yang rumahnya dekat dengan sekolah.

Alya pun semakin mandiri, semakin berjiwa pemberani. Jika di awal-awal sekolah, masih harus ditunggu mamanya, lama kelamaan sudah bisa ditinggal, dan baru saat pulangnya mama menjemput Alya di sekolah.

Waktu terus berjalan, dan tak terasa 9 bulan pun akhirnya terlewati. Bulan Juni sudah memasuki pertengahan, dan Alya pun diputuskan lulus dari PAUD dan bisa melanjutkan pendidikan ke TK.

Meskipun umur baru 3 tahun 9 bulan, bicaranya sudah sangat lancar dan sangat jelas. Dibandingkan dengan anak-anak seumurannya, bahkan anak yang lebih tua darinya, alhamdulillah Alya terlihat lebih menonjol.

Saat ini pun Alya sudah hafal huruf Hijaiyah, ngaji tiap malam sama Papanya, dan sudah masuk Iqra' 2. Cuma dasar anak kecil, ngajinya masih semaunya sendiri, yang kadang-kadang bikin kesal papanya.

Pamer Foto Terus


Setelah perpisahan dan cap jari tangan, Alya diberikan oleh-oleh berupa foto pribadi dan juga foto angkatan. Saat saya pulang dari kantor, di sore harinya, Alya pun langsung pamer foto dengan bangganya.

Lalu ditunjukkan pula foto teman-teman seangkatannya, dan diperkenalkanlah satu per satu temannya kepada saya. Dan untuk pertama kalinya juga saya baru tahu wajah Doni seperti apa.

Lalu, kami pun belikan pigura untuk memajang fotonya. Setelah itu kami pasang satu foto di ruang tamu, dan satunya lagi di ruang keluarga.

Dan inilah foto-foto tersebut:

foto Alya di ruang tamu
Foto Alya di ruang tamu
foto angkatan alya
Foto angkatan di ruang keluarga
Selepas memasang foto-foto tersebut, Alya senyum-senyum terus dan langsung mengambil HP saya, lalu memfoto foto-foto tersebut.

Saat diajak tidur, langsung teriak-teriak tidak mau dan bilang ingin tidur di ruang tamu sambil memandangi foto yang barusan dipajang. Hmm, dasar Alya ini.

Mendaftar TK


Sabtu, 25 Juni 2016 kemarin, Alya dan kedua orang temannya, Nita dan Rafa, kami daftarkan ke TK di dekat rumah, yang masih bernaung di bawah Yayasan yang sama dengan PAUD Bhakti Kesuma.

Dan lagi-lagi Alya pun kegirangan saat kami ajak mendaftar ke TK.

Tidak terasa yah nak, kamu sudah tumbuh besar, dan sudah mau masuk TK. Sayangnya, papa tidak bisa menemanimu di sekolah, tidak pernah bisa menemanimu sekolah di PAUD dulu.

Papa hanya bisa mengantarmu sekolah, dan tidak bisa menunggumu bermain bersama-sama temanmu.

Jadilah anak yang pintar. Jadilah anak sholihah. Jadilah anak yang rajin ngaji, supaya ilmumu berimbang dunia akhirat.

Papa sayang Alya.

Sukabanjar, 29 Juni 2016

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon