Tuesday, May 24, 2016

Pengalaman Tes USM STAN Ala Backpacker Yang Super Mengesankan

Punya Pengalaman dengan USM STAN? Saya punya pengalaman yang sangat berkesan dan tidak bisa saya lupakan sampai sekarang. Kisahnya saya menggelandang ke Jogja tanpa tahu arah, tanpa kawan dan saudara, untuk mengejar cita-cita saya ini.

Selepas saya mendaftar STAN di Jogja bersama kawan SMA, saya pun berlatih mengerjakan soal-soal Tes USM STAN tahun-tahun sebelumnya dan juga soal-soal Try Out USM STAN. Saya punya waktu kurang lebih 3 minggu untuk mempersiapkan materi dalam rangka mengadapi USM STAN 2006.

Soal-soal tersebut tidak perlu saya beli. Kebetulan, saya punya seorang kawan sekelas, yang dengan baik hati mau memberikan soal-soal tersebut untuk saya. Jadilah soal-soal itu yang saya gunakan untuk berlatih.

Waktu itu, internet di tempat saya masih susah. Warung Internet (warnet) pun masih jarang sekali. Kalau pun ada, lokasinya ada di pusat kota yang cukup jauh dari rumah saya, sekitar 13 km. Dan tarif per jamnya pun masih cukup mahal untuk ukuran waktu itu, 4.000 rupiah per jam.

4.000 rupiah waktu itu masih bernilai lho. Harga mie ayam saja saya beli masih 2.000-3.000 per porsinya di Terminal Purbalingga. Sayang juga sih uang 4.000 hanya buat main internet.

Jadilah sumber belajar saya hanya bermodalkan beberapa soal USM STAN tahun sebelumnya dan beberapa soal Try Out yang tidak ada jawabannya.

Beda dengan sekarang, akses internet sangat mudah dan sumber pembelajaran sangat banyak sekali tersedia di internet, tinggal pilih saja. Kemudahan ini harusnya bisa membuat anak Indonesia makin cerdas.

Berangkat Sendirian Ke Jogja

3 minggu akhirnya berlalu juga, dan perjuangan yang sebenarnya sudah ada di depan mata. Nasib saya bisa jadi ada di momen itu, dan itulah mengapa saya tidak ingin gagal di momen tersebut. Tes USM STAN adalah awal kesuksesan yang saya tunggu.

Minggu, 30 Juli 2006, waktu yang ditentukan oleh BPPK sebagai momen bersejarah saya, mengikuti USM STAN yang paling berkesan sepanjang masa.

Sabtu, 29 Juli 2006, saya berangkat dari rumah saya di pagi hari, sekitar pukul 6 pagi, menuju Purbalingga. Saya berangkat ke Jogja hari itu sendirian, sama sekali tanpa kawan, dan tanpa tahu juga rute mana yang harus saya ambil menuju lokasi ujian.

Yang penting berangkat. Yang penting sampai di Jogja. Urusan lokasi gampang, nanti tinggal tanya di jalan.

Saya belum punya HP waktu itu, dan HP memang masih merupakan barang mewah, sehingga saya tidak bisa berkomunikasi dengan kawan-kawan, yang mendaftar STAN bareng di Jogja 3 minggu sebelumnya.

Jadilah saya berangkat sendirian dari rumah, lalu ke Purbalingga, dan perjalanan saya lanjutkan menuju Sokaraja, menunggu bis jurusan Purwokerto - Jogja.

Sekitar pukul 8 pagi, akhirnya bus yang saya tunggu datang juga, dan saya pun langsung naik. Sempat ngetem sebentar, sebelum akhirnya bus tersebut melaju menuju tempat kota Pelajar.

Selama perjalanan, saya sama sekali belum punya bayangan mau turun di mana, apakah sampai terminal akhir atau turun di tengah jalan, karena memang lokasi ujiannya sama sekali tidak tahu.

Pada saat pendaftaran, saya dapat lokasi Ujian di SMK N 3 Jogjakarta, dan saya benar-benar buta tentang Jogja.

Nyasar ke Bantul

Selama perjalanan, setelah melewati Purworejo, berkali-kali saya menengok keluar untuk melihat lokasi, sudah sampai di mana.

Pada kondisi itu, saya masih belum memutuskan mau turun di mana. Sama sekali tidak ada gambaran. Dan perkiraan saya, jika saya berhenti di terminal akhir, bakal kejauhan dari lokasi ujian.

Agak deg-degan juga takut nyasar terlalu jauh, tapi tetap berusaha santai dan menenangkan diri.

Setelah melewati Kulon Progo, lalu masuk ke daerah Bantul, dan ada pasar, saya lupa pasar apa namanya, saya nekad turun dari bus. Saya pun tidak tahu kenapa saya turun, hanya feeling saja ingin turun dari bus.

Setelah turun, saya lihat ada bus kecil jurusan Terminal Bantul. Tanpa pikir panjang, saya langsung naik bus tersebut dan dengan mantap memutuskan untuk berhenti di Terminal.

Perjalanan beberapa menit, akhirnya membawa saya menuju Terminal Bantul. Setidaknya saya sudah sampai di Jogja, dan ada di terminal, itu artinya masih aman.

Sesampai di terminal, kebetulan sekali di situ ada Peta DIY yang cukup besar, dan saya pun langsung menuju ke sana. Setelah melihat peta, saya menuju bagian informasi di terminal, menanyakan lokasi SMK N 3 Jogja.

Alhamdulillah, petugasnya ramah, dan dengan jelas, memberitahukan kepada saya harus naik apa dan turun di mana.

Ternyata lokasinya tidak terlalu jauh dari Terminal Bantul ini, cukup naik bus sekali, dan akhirnya sampailah saya di SMK N 3 Jogjakarta.

Nginep Dimana?

SMK N 3 Yogyakarta merupakan sebuah SMK Negeri yang dikenal juga dengan nama STM 2 Jetis. Sekolah ini sudah ada sejak tahun 1965 dan termasuk salah satu sekolah menengah tertua di Indonesia lho.

smk 3 yogyakarta, lokasi tes stan saya
Dan fakta tersebut terlihat dari bangunan milik sekolah tersebut. Saat sampai di lokasi saya akan melaksanakan Tes USM STAN 2006 ini, saya jumpai kondisi bangunan SMK 3 Jogja memang sudah tua, tapi masih terlihat berdiri kokoh.

Tidak lama-lama melihat bangunan dari luar, saya pun langsung menuju bagian dalam sekolah untuk melihat ruangan tempat saya akan melaksankan tes besoknya. Tidak perlu berkeliling terlalu jauh, akhirnya saya dapati ruangan tempat ujian saya.

Setelah tahu ruangan, masalah selanjutnya muncul, malam ini mau nginep di mana?

Saya datang ke Jogja seorang diri, tanpa kenalan dan tanpa saudara, hanya mengandalkan nekad saja.

Untuk menyewa hotel atau penginapan, uang tak cukup karena bekal pas-pasan.

Dan saya pun melihat ada mushola sekolah di situ. Tanpa pikir panjang, saya dekati satpam sekolah, dan dengan sopan saya tanyakan.

"Pak, boleh nginep di mushola sekolah ini gak, soalnya besok saya mau tes STAN di sini"

Setelah berpikir beberapa saat, Pak Satpam menjawab "Oh, gapapa dik, silakan saja".

Alhamdulillah, lega juga. Setidaknya saya punya tempat tidur malam ini sehingga tes besoknya bisa saya jalani dengan cukup tenang.

Setelah selesai sholat, saya pun mencari makan siang. Saya jalan menyeberang dari SMK tersebut, lalu isi perut yang sudah keroncongan.

Makan di Jogja ini sangat murah. Waktu itu, saya beli nasi kuning dengan lauk irisan telor, kacang, dan tempe kering, cuma 1.500 saja. Benar-benar mantap.

Dan setelah kenyang, saya lanjutkan lagi jalan-jalan berkeliling sekitar, dan saya temukan sebuah masjid. Saya mampir ke situ, dan di samping masjid ada beberapa Mahasiswa UGM yang ngontrak rumah di situ.

Salah satu Mahasiswa UGM ini cukup ramah, dan bertanya kepada saya.

"Mau Ujian STAN ya dek?"

"Iya nih mas".

"Nginep di mana dek?"

"Tadi saya sudah minta ijin satpam untuk nginep di sekolah mas"

"Nginep di sini saja dek, teman-teman lain yang mau tes STAN juga pada yang nginep di sini kok"

Dalam hati, bersyukur kembali, karena ada manusia baik yang mau menolong sesama. Lalu saya jawab "oh iya mas, terima kasih".

Lalu saya pun agak lama ngobrol dengan mahasiswa UGM ini, dan sekarang parahnya saya lupa namanya hehehe (dasar pelupa).

Hari pun mulai sore, maghrib, lalu malam menjelang. Mendapati masjid yang cukup nyaman, dan adanya tawaran dari mahasiswa UGM tadi, akhirnya saya urungkan niat saya untuk menginap di SMK 3 Jogja.

Tapi, mengingat agak ramai juga yang nginep di kontrakan mahasiswa UGM tadi, maka saya pun memilih untuk menginap di masjid malam itu.

Tidak sendirian, beberapa peserta USM STAN juga ada yang menginap di masjid itu. Niatnya malam itu mau belajar, tetapi agak susah juga. Akhirnya belajar sedikit-sedikit saja. Dan akhirnya tidur, mimpi indah di masjid yang menjadi sejarah masa depanku itu.

Pelaksanaan Tes USM STAN

Sebelum subuh saya sudah terbangun. Selesai sholat subuh, saya sempatkan membaca materi-materi untuk persiapan ujian. Setelah itu, mandi dan siap-siap untuk berangkat ke lokasi ujian.

Jarak dari masjid ke SMK 3 Jogja cukup dekat, tinggal jalan kaki beberapa menit saja. Dan tidak lupa juga, di pertengahan jalan, saya sempatkan sarapan pagi dengan nasi kuning, irisan telor, kacang goreng, dan tempe kering yang murah meriah.

Setelah perut terisi, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju SMKN 3 Yogyakarta, dan saya dapati tempat tersebut sudah ramai dikunjungi peserta USM STAN.

Di sana juga saya ketemu kawan-kawan SMA yang mendaftar STAN bareng, dan ternyata mereka menginap lagi di tempat kemarin kami menginap.

Saya pun masuk ke ruangan, dan selang tidak berapa lama, datang pengawas ujian, menyampaikan pembukaan seperlunya, dan membagikan soal, lalu saat pukul 08.00 WIB waktu mengerjakan soal pun dimulai.

Ada 3 macam jenis soal, yaitu Tes Kemampuan Umum, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Saya pun mengerjakan soal tersebut, dan secara umum tipe soalnya sesuai dengan soal-soal USM Tahun sebelumnya.

Yah, tanpa panjang lebar, akhirnya selesai sudah USM STAN 2006. Pengalaman yang sangat berkesan saat bepergian sendirian, tanpa tahu lokasi, tanpa kawan dan saudara, dan menginap di Rumah Alloh di kota Pelajar ini. Dan setelah USM STAN, dari Jogja saya pun langsung melanjutkan Petualangan saya ke Semarang siang itu juga untuk Daftar Ulang Psikotest dan Wawancara (Tes Tahap Kedua STIS), dan kemudian menunggu Pengumuman USM STAN 2006.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.

2 komentar

Menarik mas. Jadi inget juga dulu waktu USM tapi saya cm dari Magelang jadi bisa lgsg PP


EmoticonEmoticon