Thursday, May 5, 2016

Talang Air Pringsewu, Eksotisme Bangunan Irigasi Peninggalan Belanda

Talang Air Pringsewu, di Desa Fajaresuk, Kabupaten Pringsewu, mungkin belum terlalu banyak dikenal oleh masyarakat Lampung, tapi saya yakin masyarakat Pringsewu pasti sudah sangat familiar dengan bangunan tinggalan kolonial Belanda ini.

Talang Air Pringsewu ini merupakan jaringan irigasi pertanian yang juga dimanfaatkan sebagai jembatan penyeberangan yang menghubungkan antara irigasi di bukit yang satu dengan irigasi di bukit yang lain.

Pengunjung dapat melewati Talang Air Pringsewu karena di atas talang air berbentuk setengah silinder ini diletakkan besi-besi melintang. Sambil lewat jembatan talang ini, pengunjung dapat melihat air irigasi mengalir di bawah kaki.

foto talang air pringsewu
Foto Talang Air Pringsewu dari atas
Di Pringsewu ini terdapat lima talang air yang masih berfungsi untuk pengairan pertanian, dan salah satunya adalah yang baru saja saya kunjungi kemarin yaitu Talang Air Fajaresuk Pringsewu.

Talang Air di Desa Fajaresuk cukup panjang, lebih dari 100 meter. Mungkin sekitar 150 meter. Talang air ini memanjang dengan melintasi sawah-sawah dan sebuah aliran sungai kecil di bawahnya.

Pemandangan alamnya masih asri dan alami, dengan hamparan sawah dan pepohonan di sepanjang arah mata memandang.

foto pemandangan di bawah talang air
Foto sawah, pohon bambu, dan sungai di bawah Talang Air Pringsewu
Saya sendiri belum lama mengenal bangunan bersejarah ini. Pertama kali tahu, saya melihat foto-foto keindahannya dari sebuah facebook milik kawan yang mengupload foto selfie saat berada di tengah-tengah Talang ini.

5 tahun tinggal di Lampung, dan baru sekarang tahu bahwa di Pringsewu ada tempat eksotis yang cukup bagus dijadikan tempat untuk refreshing dari kejenuhan keseharian di kantor.

Sekitar satu setengah bulan yang lalu, sebenarnya sudah beberapa kali mencoba menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Talang Air Pringsewu ini, namun ternyata baru kemarin saya bersama istri dan anak saya sempat mengunjunginya, sekalian liburan main ke tempat mertua di Gisting, Tanggamus.

Kami berangkat pagi hari, sekitar pukul setengah 10 pagi, dari rumah kami di daerah Negeri Sakti. Tepatnya di Desa Sukabanjar, Kec. Gedong Tataan, Pesawaran.

Jarak dari rumah ke Pringsewu sekitar 35 km.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam naik motor, sampailah kami di Pringsewu.

Lewat dari Pasar Pringsewu, untuk mencapai lokasi Talang Air Fajaresuk ini, masih harus menempuh perjalanan sekitar 2,5 km lagi.

Awalnya saya pikir lokasi Talang Air ini berdekatan dengan Goa Maria Pringsewu, sehingga saat saya sampai di pertigaan yang mengarah ke Goa Maria, saya ambil arah kanan dan bergerak menuju Goa Maria.

Sampai pertengahan jalan, saya sempatkan berhenti dan bertanya pada masyarakat setempat, dan ternyata saya salah jalan.

Saya putar balik dan kembali mengambil jalan utama Pringsewu - Tanggamus. Sekitar 200 meter dari pertigaan Goa Maria tadi, ada tikungan tajam ke arah kiri.

Nah, untuk mencapai Talang Air ini, bisa ambil jalan pas di tikungan ini. Jangan belok ke kiri, tapi lurus saja masuk. Biasanya ada penunjuk jalan berupa spanduk.

Tapi rute menuju talang air lewat jalan ini tidak saya rekomendasikan karena sangat rawan pas di tikungan ini, selain tikungannnya berada di turunan, tingkat keramaiannya pun lumayan sehingga kurang aman.

Saya sendiri memilih rute yang kedua. Dari tikungan itu, saya ambil belok kiri, lalu sekitar 200 meter dari tikungan, di sebelah kanan jalan ada jalan onderlacht yang di pinggirannya ada aliran air irigasi.

Saya ikuti jalan itu, masuk ke dalam, mengikuti jalan belum diaspal, dan ikuti aliran irigasi. Sekitar beberapa ratus meter, sampailah saya di lokasi sekitar pukul 10.30 pagi.

Saat saya sampai di sana, langsung saya parkir motor saya di tempat parkir dekat talang air. Belum banyak pengunjung yang datang. Suasana masih cukup sepi.

Beberapa anak terlihat sedang asyik mandi di irigasi ini.

anak anak mandi di talang air pringsewu
Terlihat anak-anak asyik mandi di Talang Air Pringsewu
Karena saat berangkat belum sempat sarapan, sebelum menikmati pemandangan Talang Air Pringsewu, saya langsung menuju warung yang ada di pojokkan dekat dengan talang.

Dan enaknya, warung-warung di sini benar-benar murah, tidak dimahalkan seperti di tempat-tempat wisata lain.

Satu botol air mineral dijual Rp3.000,- saja. Jajanan anak-anak harganya sama persis dengan warung-warung dekat rumah, cuma Rp500,-. Lalu gorengan pun sama cuma Rp500,-. Sampai parkir motor pun masih wajar, Rp2.000,- sekali parkir.

Dan untuk masuk ke Talang Air ini tidak dipungut tiket masuk alias gratis. Cukup bayar parkir kendaraan saja, cukup murah bukan?.

Selesai makan, akhirnya saya beserta istri dan anak saya menyusuri jembatan talang ini. Bagi anda yang datang membawa anak kecil, harap hati-hati, jangan sampai kaki si kecil terperosok ke sela-sela di antara besi-besi yang dipasang di atas talang air ini.

Jangan biarkan juga si kecil ada di pinggiran talang karena pagar pembatas di kanan dan kiri talang air ini jaraknya sangat renggang dan sangat tidak friendly untuk anak-anak.

Makin siang makin ramai. Pengunjung sudah mulai berdatangan dan asyik berfoto-foto di talang air ini.

Saya pun bergerak menyusuri talang air ini sambil berfoto-foto, sampai ke ujung talang. Berikut ini beberapa dokumentasi foto-foto di Talang Air Pringsewu.

foto di atas jembatan talang air
Berfoto di atas Jemabatan Talang Air

Foto pemandangan talang air
Hamparan talang air yang memanjang
Setelah puas menelusuri jembatan talang yang cukup panjang, saya melanjutkan perjalanan menuju ke atas. Di sebelah kiri, ada jalan naik untuk menuju mushola dan toilet.

Selain mushola dan toilet, ternyata di atas ada juga sebuah lapangan yang cukup lebar, sekitar 3/4 dari lapangan bola.

Puas berkeliling dan berfoto-foto, akhirnya kami putuskan untuk pulang dan melanjutkan perjalanan menuju Gisting.

Selamat Jalan Talang Air Pringsewu, sampai jumpa lagi di lain waktu. Mudah-mudahan fasilitasnya makin lengkap saat kami berkunjung kembali, dan mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Pringsewu bisa mengolah potensi wisata di Talang Air besejarah ini.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon