Saturday, August 27, 2016

Pengalaman Membuat E-KTP, Ternyata Begini Yah

Pengalaman Membuat E-KTP - Akhir-akhir ini sedang ramai-ramainya orang datang ke Disdukcapil untuk mengurus E-KTP. Tak terkecuali saya bersama Mama, gara-garanya ada berita bahwa perekaman E-KTP hanya akan dibuka sampai dengan tanggal 30 Septermber 2016.

Sebenarnya, kalau ngebayangin, sepertinya bakal ribet banget ngurus E-KTP itu. Saya sendiri termasuk orang yang paling malas berurusan sama pegawai untuk urusan pembuatan surat-surat tertentu. Tahu sendiri lah, kebiasaan pegawai kita yang suka mempersulit kalau tidak ada pelicin.

Biasanya, membuat surat-surat bakalan dipersulit, lalu setelah ada pelicin, baru jalannya licin seperti belut. Yang biasanya dijanjikan berminggu-minggu, dengan pelicin, jalanannya bisa selicin belut, dan dalam hitungan jam, bahkan menit bisa langsung jadi.

Pejabat kita memang belum bisa terbebas dari pelicin. Saya pernah punya pengalaman di Polsek Teluk Betung, entah Teluk Betung Utara atau Teluk Betung Selatan saya lupa, yang letaknya dekat dengan Kantor BI. Sepertinya sih Teluk Betung Utara.

Waktu itu saya kehilangan dompet beserta isi-isinya, ada ATM: Mandiri, BRI, dan Muamalat, lalu KTP, SIM, STNK, dan beberapa dokumen penting lainnya.

Untuk keperluan pengurusan kartu-kartu yang hilang, saya harus membuat Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian, dan datanglah saya ke Polsek.

Sebeneranya males juga mengurus ini, tapi karena terpaksa sehingga saya pun harus datang mengurusnya. Sampai di Polsek, petugas langsung membuatkan saya surat keterangan kehilangan setelah menanyak beberapa hal kepada saya.

Setelah Surat Keterangan Kehilangan itu jadi, seorang polisi wanita langsung ngomong sama saya.

"Mas, uang administrasinya"

Sesuai dengan dugaan saya, bakal ada pungutan liar. Padahal di depan polres tertulis di spanduk besar bahwa Polri mengharamkan pungutan liar dan bertekad memberantas korupsi. Tapi orang-orang di dalamnya masih begini.

Saya pun langsung tanya kepada polwan tadi, "Berapa bu?".

"30 ribu rupiah saja".

Akhirnya, saya pun cuma bisa menjawab, "Bu, dompet saya baru saja hilang bersamaan dengan isi-isinya. Saya mau membayar uang administrasi pakai apa?".

Akhirnya Surat Keterangan Kehilangan itu pun diserahkan kepada saya setelah saya menjanjikan akan memberikan uang administrasi itu keesokan harinya.

Namun, gak semua juga sih begitu. Saya juga pernah membuat Surat Keterangan Kehilangan di Polresta Bandar Lampung, dan setelah jadi, benar-benar gratis tidak dimintai uang sepeser pun.

Setidaknya, tetap ada orang baik di antara ribuan orang yang masih tetap kolot mengikuti jaman jahiliyah dengan adanya pungutan liar.

Kembali lagi ke permasalahn E-KTP, masalah kerumitan pengurusan KTP elektronik sepertinya memang masih agak rumit, kalau kasusnya seperti saya. Kalau tidak ada hal-hal rumit seperti saya, mungkin pengurusan KTP elektronik begitu mudah.

Dimana Harus Membuat E-KTP?


Saya tinggal di Desa Sukabanjar, secara adminsitratif masuk ke Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Sebelumnya, saya pernah punya KK di Gisting, Tanggamus, dan pernah rekam E-KTP di Gisting juga. Kalau dihitung-hitung, saya pernah 2 kali rekam E-KTP, di Gisting dan di Purbalingga.

Setelah Pindah ke Pesawaran, pada tahun 2013 lalu, saya membawa surat pindah saya dari Tanggamus ke Pesawaran. Karena waktu yang susah, saya membayar Sekretaris Desa saya untuk mengurus surat pindah saya untuk kemudian dibuatkan KK Pesawaran dan KTP Manual, belum elektronik.

Akhirnya jadilah KTP manual saya dan mama, serta KK, dan sayangnya, yang saya masih bingung, NIK di KK berubah semua, dari NIK di KK kami yang di Tanggamus. Termasuk NIK Alya, jadi berbeda dengan akta lahirnya.

Karena kami pikir tidak masalah, kami pun diam saja sampai beberapa hari kemarin. Kami anggap tidak ada masalah.

Datang ke Disdukcapil


Berita deadline perekaman E-KTP memaksa saya akhirnya harus mengurus E-KTP, setelah perekaman E-KTP di dua tempat sebelumnya (Gisting dan Purbalingga), belum terbit E-KTP juga.

Karena Disdukcapil bukanya sama seperti hari kerja di kantor saya, terpaksa siang itu saya ijin untuk mengurus KTP Elektronik di Pesawaran.

Pukul 10 siang, saya ijin pulang untuk mengurus E-KTP. Alya sendiri baru pulang sekolah sekitar pukul 10.30 sehingga saya ijinnya pukul 10 saja.

Sekitar pukul 10.30, saya sampai di rumah, kemudian bersama mama dan Alya berangkat ke Gedong Tataan. Awalnya kami mau mampir dulu ke Kecamatan Gedong Tataan untuk mengurus E-KTP di sana.

Sebelum sampai pasar Gedong Tataan Pesawaran, kami mampir dulu ke Kantor Pos Gedong Tataan untuk menanyakan PIN Google Adsense saya, apakah sudah sampai di kantor pos atau belum, karena PIN tersebut tidak kunjung sampai ke rumah saya.

Ternyata PIN belum diterima juga oleh kantor pos. Belum ada surat dari Google kata petugasnya.

Kami pun melanjutkan perjalanan, bertanya kepada tukang ojeg, letak Disdukcapil Pesawaran dan Kantor Kecamatan Gedong Tataan.

Kantor Kecamatan Gedong Tataan ternyata sudah kami lewati jauh, letaknya ada di Bernung. Sehingga kami tidak jadi mampir ke Kantor Kecamatan. Sedangkan Kantor Disdukcapil kata si tukang ojeg ada di Kompleks Pemda Pesawaran di jalan arah menuju Kedondong.

Kami pun langsung menyusuri jalanan menuju arah Kedondong, dan jalan ini baru pertama kalinya kami lewati setelah sekian tahun tinggal di Lampung.

Setelah kami lewati RSUD Pesawaran, akhirnya kami temukan juga lokasi Kompleks Perkantoran Pemda Pesawaran, dan terlihat kalau kompleks ini belum 100% jadi. Masih ada beberapa bangunan yang perlu dibenahi.

Namun view pemandangan di kompleks perkantoran ini cukup cantik dengan pemandangan pegunungan di sebelah kirinya. Pantas saja Pemda membangun kompleks perkantoran di sini.

Karena belum tahu letak Kantor Disdukcapil, kami pun berkeliling mencari lokasinya, dan akhirnya kami temukan kantor dinas yang di depannya banyak kendaraan sedang parkir. Saya yakin itu adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pesawaran.

Kantor Disdukcapil Pesawaran
Lahan parkir Disdukcapil Pesawaran penuh dengan kendaraan

Benar, langsung kami lihat tulisan Disdukcapil, dengan gambar Bupati dan tulisan Pembuatan KK dan KTP Gratis.

Kami langsung masuk ke area parkir, lalu memarkir kendaraan di tempat yang kosong. Ternyata ada tukang parkirnya juga. Kantor pemerintahan ternyata ada pungutan parkir juga yah, masuk ke kas daerah apa gak tuh, jangan-jangan pungutan liar lagi.

Beginilah Pelayanan Disdukcapil Pesawaran


Saya lihat sudah banyak orang yang duduk-duduk, sepertinya menunggu antrian atau apa. Tidak ingin berlama-lama, kami pun masuk ke ruangan tempat pendaftaran. Kami hampiri petugas yang ada di sebelah paling kiri, lalu saya bertanya kepada petugasnya, dimana saya harus mendaftar.

Lalu diarahkanlah saya, ke sebelah kanan saja, begitu kata si petugas.

Saya pun ke sebelah kanan, tapi saya diam saja, tidak ngomong apa-apa. Saya amati, ada seorang petugas cewek, sedang asyik main facebook dan WA. Sama sekali tidak menyapa saya.

Dia tetap asyik main HP. Setelah menunggu cukup lama, masih didiamkan, tidak jelas saya harus apa, saya pun tanya saja kepada petugas cewek yang lagi main HP tadi.

"Mba, kalau mau daftar di mana mba?".

Setelah saya tanya, baru dia nengok, "Daftar apa Pak?".

"Daftar pembuatan E KTP mba".

"Oh di sini Pak".

Oalah, ternyata daftarnya di sini. Lah kenapa dari tadi saya didiemin, padahal dia dengar tadi saya ngomong sama orang di sebelahnya mau daftar E-KTP.

Beginilah nasib pelayanan publik. Front Office sudah seharusnya ramah dan responsif seperti petugas bank.Yah beginilah ciri khas kantor pemerintah, betul-betul butuh revolusi mental.

Saya pun kemudian menanyakan, syaratnya apa saja untk membuat E-KTP. Dia jawab cukup fotokopi KK saja. Ternyata mudah sekali bikin E-KTP, cukup bawa Fotokopi KK, lalu rekam sidik jari, tanda tangan, dan retina mata, serta konfirmasi data-data kependudukan.

Itu kalau belum pernah rekam E-KTP sebelumnya. Nah, kalau sudah pernah rekam E-KTP bagaimana?

E-KTP bagi yang Pernah Rekam E-KTP tapi Gak Pernah Jadi


Saya dan Mama sudah pernah rekam E-KTP tapi belum pernah terima E-KTP. Nah, kembali ke Disdukcapil Pesawaran di atas, setelah menerima fotokopi KK, cewek petugas Disdukcapil tadi langsung bertanya kepada kami, sudah pernah rekam E-KTP sebelumnya atau belum.

Kami jawab saja, sudah pernah tapi E-KTP belum pernah terbit. Lalu Mba tadi langsung menuliskan "cek mata" di fotokopi KK yang kami serahkan. Fotokopi KK tadi kembali diserahkan kepada kami, kemudian kami disuruh untuk cek mata di gedung samping.

Kami pun masuk ke gedung samping kemudian bertanya kepada petugas yang ada di sana, di mana kami bisa cek mata. Kemudian kami di arahkan ke sebuah ruangan yang berisi dua orang yang sedang sibuk bekerja. Salah satunya sedang mencetak E-KTP.

ruangan cek mata E-KTP
Petugas yang melayani kami cek mata

Petugas diruangan ini lebih ramah dan lebih responsif menjawab pertanyaan kami. Kami pun kemudian disuruh duduk untuk kemudian mengecek mata kami.

Pertama-tama, Mama dulu yang mencoba mengecek mata dengan pengecekan retina mata. Hasilnya langsung muncul di layar, kalau Mama sudah pernah rekam data E-KTP di Gisting.

Kemudian giliran saya mengecek mata, dan hasilnya pun sama, dan langsung muncul juga bahwa saya pernah dua kali rekam data E-KTP, satu di Gisting satu di Purbalingga.

Karena data rekam pertama saya di Purbalingga, maka perekaman kedua saya di Gisting dianggap sebagai data Duplikat, dan data yang dipakai adalah data awal saya di Purbalingga, sehingga NIK yang dipakai adalah NIK Purbalingga, bukan Gisting.

Akhirnya, petugas di ruangan kami ini memberitahu kami, karena kami sudah pernah terdaftar sebelumnya di tempat lain, kami harus membawa surat pindah dari Disdukcapil tempat lama kami. Mama surat pindah dari Gisting dan saya dari Purbalingga.

Petugas tersebut juga memberitahu kami bahwa mau pindah ke manapun, NIK tidak boleh berubah. Kami pun curhat juga kenapa KK kami di Pesawaran bisa berubah NIK nya, padahal pakai surat pindah juga. Mungkin karena kami membayar orang, tidak mengurus sendiri, sehingga ada prosedur yang dilewati.

Dengan demikian, kami pun belum bisa memiliki E-KTP, karena harus mengurus surat pindah. Mau gak mau sepertinya harus mengurus cuti, demi sebuah E-KTP. Ribet sekali ya. Tapi gak akan ribet kalau kasusnya tidak seperti saya.

Tinggal datang ke Disdukcapil, bawa fotokopi KK, lalu rekam data, dan jadilah E-KTP. Seandainya dimintai uang, jangan heran ya, begitulah watak birokrat kita, meskipun di UU dikatakan E-KTP itu gratis.

Sudahkah Punya E-KTP?


Saya yakin anda semua sudah punya E-KTP, kecuali yang belum ya hehehe. Bagi yang sudah punya E-KTP, selamat ya, dan saat anda pindah ke tempat lain, jangan lupa membawa surat pindah dari Disdukcapil untuk disampaikan ke Disdukcapil yang baru. Jangan sampai susah di belakang hari seperti saya ini.

Bagi yang belum punya E-KTP, segera urus E-KTP anda ke Disdukcapil setempat, karena sebenarnya prosesnya tidak rumit, kalau tidak aneh-aneh seperti saya. Tinggal bawa fotokopi KK saja.

Paling-paling kalau lagi ramai pengunjung saja, mesti sabar karena harus antri satu per satu. Meskipun demikian, tetap budayakan antri, jangan main sogok, yang bisa merugikan orang lain.

Akhirnya, selamat Membuat E-KTP bagi yang belum punya. Pengurusan E-KTP itu gampang, tapi jangan menggampangkan. Selamat berjuang.

Bhinneka Shuttle, Cirebon-Bandung Cuma 3 Jam

Bhinneka Shuttle merupakan layanan baru dari PT Bhinneka Sangkuriang Transport yang mulai diluncurkan pada tanggal 13 Mei 2016, satu bulan setelah diluncurkannya Bhinneka Patas Executive. Kehadiran Bhinneka Shuttle melengkapi service Bhinneka Sangkuriang sebelumnya seperti Bhinneka Taxi, Bus Bhinneka Pariwisata, dan Bus Reguler.

bhinneka shuttle
Mobil Toyota Hiace yang digunakan oleh Bhinneka Shuttle Cirebon-Merak

Bhinneka Shuttle memiliki rute yang sama dengan Bhinneka Patas Executive yaitu Cirebon-Bandung PP, hanya saja Bhinneka Shuttle melewati Tol Cipali sehingga lebih cepat dibandingkan dengan Bhinneka Patas Executive.

Kehadiran Bhinneka Shuttle semakin menegaskan Visi dari Bhineka Sangkuriang "Menjadi yang terdepan dan terpercaya dalam jasa transportasi".

Mengapa Harus Bhinneka Shuttle?


Perjalanan anda dari Cirebon ke Bandung atau sebaliknya terasa kian nyaman menggunakan Bhinneka Shuttle sebagai mitra perjalanan pribadi maupun perjalanan bisnis anda. Mengapa demikian?

Ada beberapa kelebihan Bhinneka Shuttle, di antaranya:

Pertama: Waktu Tempuh Lebih Singkat


Sebagaimana kita ketahui, Bhinneka Shuttle menggunakan rute melewati Tol Cipali dan Tol Pasteur. Dengan melewati kedua tol ini, perjalanan dari Cirebon ke Bandung atau sebaliknya dapat disingkat menjadi 3 jam saja.

Berbeda jika anda menggunakan kendaraan umum, yang harus ngetem lama menunggu penumpang naik, membuat waktu perjalanan anda kian lama.

Jika anda seorang pebisnis yang memiliki motto waktu adalah uang, Bhinneka Shuttle ini sangat cocok untuk sahabat perjalanan anda. Jangan sampai urusan bisnis anda terganggu akibat anda telat bertemu dengan partner, klien, atau urusan bisnis lainnya.

Kedua: Kenyamanan Penumpang


Kenyamanan penumpang senantiasa menjadi prioritas dari Bhinneka Sangkuriang. Dengan menggunakan Bhinneka Shuttle, anda akan terbebas dari gangguan pengamen, copet, atau pedagang asongan yang bisa jadi mengganggu istirahat anda atau mengancam keselamatan anda.

Kita tentu sudah tahu benar bahwa jika menggunakan kendaraan umum lain, sering sekali terjadi pencopetan di dalam kendaraan. Sudah begitu, pengamen dan pedagang asongan yang keluar masuk silih berganti membuat suasana perjalanan kita benar-benar terganggu.

Terkadang, pengamen sengaja membangunkan kita yang sedang tidur di kendaraan, dan kejadian ini tidak akan kita alami jika kita menggunakan Bhinneka Shuttle.

Ketiga: Kendaraan yang Nyaman


Bhinneka Shuttle menggunakan Toyota Hi Ace sebagai armadanya. Pada tahun 2013 lalu, berdasarkan data dari www.toyota.astra.co.id, mobil jenis ini telah mendominasi penjualan kendaraan Commercian Van hingga 90% lebih. Hal ini membuktikan bahwa mobil ini benar-benar nyaman dan memenuhi kebutuhan pengguna.

Bhinneka Shuttle dengan Toyota Hi Ace ini dapat menampung penumpang hingga 10 orang. Tidak terlalu banyak untuk ukuran kendaraan travel yang nyaman.

Toyota Hi Ace mendukung kenyamanan penumpang dengan adanya sistem peredam suara pada mesin dan seluruh kabin. Dengan demikian suara mesin tidak akan mengganggu perjalanan penumpang Bhinneka Shuttle yang ingin istirahat.

Kabin Toyota Hi Ace dibuat luas dan tinggi, membuat penumpang Bhinneka Shuttle merasa lega dan nyaman berada di dalamnya.

Pintu kendaraan menggunakan sliding door, sebagai sistem keamanan penumpang yang lebih baik menjadikan Bhinneka Shuttle benar-benar bisa diandalkan sebagai mitra perjalanan anda.

Kendaraan juga dilengkapi dengan AC sehingga penumpang tidak akan kepanasan di tengah perjalanan.

Keempat: Tarif Terjangkau dan Sering Promo


Penumpang Bhinneka Shutte tidak perlu khawatir dengan tarif yang harus dibayar. PT Bhinneka Sangkuriang Transport tidak membandrol tarif yang tinggi untuk mengantarkan anda ke tempat tujuan anda.

Selain itu, sering sekali ada tarif promo yang digulirkan oleh Bhinneka Shuttle sehingga tarif yang harus dibayar jauh lebih murah dibandingkan yang seharusnya.

Jika anda seorang mahasiswa, biasanya juga ada tarif khusus untuk mahasiswa sehingga benar-benar bersahabat bagi kantong anda. Apalagi di Bandung ada banyak kampus yang menjadi tujuan warga-warga daerah untuk menimba ilmu.

Untuk info tarif selengkapnya dan info pemesanan anda bisa mengunjungi media sosial facebook, twitter, atau instagram milik Bhinneka Sangkuriang.

Anda bisa juga menghubungi call centernya:
  • Call center Bandung: 0812.14000.900
  • Call center Cirebon: 0812.14000.600

Kelima: Jadwal Tetap


Bhinneka Shuttle memiliki jadwal keberangkatan yang tetap dari Cirebon dan Bandung sehingga memudahkan penumpang untuk merencanakan perjalanan.

Bhinneka Shuttle berangkat dari Pool dengan jadwal sebagai berikut:
  • Bandung : 05.00 WIB
  • Cirebon : 18.00 WIB

Adapun Rute yang ditempuh dari Cirebon:
Pool Cirebon > Pintu Tol Plumbon > Tol Cipali > Tol Cipularang > Tol Purbaleunyi > Pintu Tol Moh. Toha > Pool Bandung

Rute dari Bandung sebalikna dengan rute di atas.

Untuk lokasi Pool sebagai berikut:
  • Cirebon : Jalan Pilang Raya No.857 Kedawung (Sebelah RS Permata).
  • Bandung : Jalan Soekarno-Hatta No.385 Mekarwangi (RM Bintaro).

Keenam: Membership


Bagi pelanggan setia Bhinneka Sangkuriang, alangkah beruntungnya kalau memiliki membership. Membership ini sama dengan membership pada minimarket, dealer kendaraan, dan perusahaan-perusahaan lainnya yang akan memberikan manfaat kepada pemilik kartu member.

Dengan menggunakan membership card dari Bhinneka Sangkuriang, pelanggan setia akan mendapatkan poin setiap kali menggunakan layanan dari Bhinneka Sangkuriang dan akhirnya akan mendapatkan kado istimewa. Enak bukan?

Ketujuh: Dikelola oleh PT Bhinneka Sangkuriang


PT Bhinneka Sangkuriang Transport merupakan sebuah perusahaan di bidang transportasi umum yang telah berpengalaman lebih dari 40 tahun melayani masyarakat bepergian dengan berbagai tujuan. Bhinneka Sangkuriang telah mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari masyarakat atas jasanya selama ini.

Bepergian menggunakan armada dari PT Bhinneka Sangkuriang ini tidak perlu khawatir karena pengalamannya dan mutunya yang selalu dijaga demi kepercayaan masyarakat.

PT Bhinneka Sangkuriang Transport juga senantiasa meremajakan armada-armada miliknya sehingga kendaraan yang digunakan benar-benar layak pakai dan mendukung keamanan perjalanan penumpang.

Setelah melihat 7 alasan tadi, masih ragukah anda dengan Bhinneka Shuttle persembahan dari Bhinneka Sangkuriang? Sudah saatnya anda beralih ke mode transportasi yang nyaman dan cepat. Selamat menikmati perjalanan anda bersama Bhinneka Shuttle.

Friday, August 26, 2016

Bhinneka Patas Executive Solusi Kenyamanan Perjalanan Anda

bus bhinneka patas executive
Armada Bus Bhinneka Patas Executive
Bus Bhinneka Patas Executive - Belum lama ini, sekitar 4 bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 April 2016, PT Bhinneka Sangkuriang Transport meluncurkan program unggulan untuk memanjakan para penumpang dan pelanggan setianya, yaitu Bus Bhinneka Patas Executive. Bus ini melayanai Rute dari Cirebon-Bandung dan sebaliknya.

Adapun rute yang dilewati Bus Bhinneka Patas Executive adalah: Cirebon - Palimanan - Kadipaten - Sumedang - Bandung PP.

Jika dilihat-lihat lebih jauh, keberadaan bus ini mirip dengan Bus Royal Damri Jurusan Lampung-Jakarta-Bandung.

Dimana kemiripannya?


Kemiripan antara Bhinneka Patas Executive dengan Bus Royal Damri yaitu dari segi fasilitas yang disediakan. Kedua bus ini sama-sama memiliki fasilitas yang lengkap dan benar-benar memanjakan penumpangnya.

Bus Bhinneka Patas Executive, sama halnya dengan Bus Royal Damri, sama-sama membatasi penumpangnya sampai 22 penumpang saja.

Dengan ukuran bus yang cukup besar, dan hanya menampung 22 kursi penumpang, maka kursi-kursi tersebut terasa lebih nyaman karena lebih longgar dan kaki bisa selonjor bebas. Jarak antara satu kursi dengan kursi di belakangnya cukup lebar sehingga kaki lebih leluasa, tidak tertekuk terus.

Sering juga kan kita jumpai, apalagi bus-bus kelas ekonomi, sudah tempat duduknya sempit, kaki kita tidak bisa selonjor pula sehingga sepanjang perjalanan kaki kita menahan pegal.

Bagi pencinta internet, Bus Bhinneka Patas Executive juga menyediakan sarana wifi gratis yang bisa dinikmati oleh setiap penumpang tanpa dipungut biaya sepeser pun. Sepanjang perjalanan, pengunjung tidak akan mati gaya karena adanya koneksi internet yang disediakan PT Bhinneka Sangkuriang.

Tidak perlu khawatir kehabisan baterai smartphone, karena kita bisa men-charge smartphone kita melalui Port USB yang disediakan juga. Nyaman sekali bukan, seperti naik kereta api yang disediakan colokan listrik untuk men-charge alat elektronik kita.

Untuk fasilitas AC tidak usah diragukan lagi, apalagi namanya bus executive. Selama perjalanan, penumpang juga akan dihibur dengan video dan audio menarik dengan didampingin pramugari yang cantik. Keren bukan?

Apa Lagi yang Bikin Nyaman?


Eits, belum berhenti sampai di situ, PT Bhinneka Sangkuriang Transport juga kembali memprioritaskan kenyamanan penumpang, melalui kebijakannya melarang armada Bus Bhinneka Patas Executive untuk menaikkan penumpang di sembarang tempat.

Bus Bhinneka Patas Executive hanya akan menaikkan penumpang dari Pool dan juga dari agen-agen yang telah bekerja sama dengan Bhinneka Sangkuriang. Hal ini tentunya benar-benar membuat penumpang kian nyaman, di samping tidak adanya pengamen atau pedangan asongan yang masuk, bus juga tidak perlu ngetem di mana-mana sehingga waktu tempuhnya benar-benar patas sesuai nama busnya.

Jika penumpang hanya bisa naik di pool dan agen yang sudah kerja sama, untuk turunnya tidak dibatasi. Penumpang bisa turun di mana saja sepanjang dalam jalur rute yang dilewati.

Bus Bhinneka Patas Executive juga hanya melayani perjalanan dari Pool Cirebon di Garasi Jalan Pilang Raya ke Pool Bandung di sebelum terminal Leuwi Panjang di Jalan Soekarno-Hatta. Bus ini tidak masuk ke terminal Harjamukti dan Cicaheum sehingga menghemat waktu perjalanan.

Harga tiketnya pun cukup murah, yaitu cukup membayar 70 ribu rupiah saja. Dan enaknya, sering ada promo sehingga penumpang bisa membayar kurang dari tarif normal.

Agen Bhinneka Patas Executive di mana saja?


Adapun agen-agen bus yang bekerja sama dengan Bhinneka Sangkuriang adalah:
  • Agen depan Goa Sunyaragi, RM Padang,
  • Agen di sebelah POM Bensin BIMA, antara pom dengan Giant,
  • Agen di TIKI Kedawung,
  • Agen sebelum Fly Over Tol Plumbon,
  • Agen sebelum Jembatan Jamblang, dan
  • Agen sebelah Kantor Pos Palimanan.
  • Agen di Bandung yang ada di Cibiru dan Pertigaan Cileunyi.

Jadwal Keberangkatan


Adapun jadwal keberangkatan dari Cirebon dan dari Bandung sebagai berikut:
  • Dari Cirebon: 05.30 - 07.00 - 15.00 - 17.00.
  • Dari Bandung: 07.30 - 09.30 - 15.00 - 17.00.

Tiap harinya ada dua jadwal keberangkatan, pagi dan sore. Waktu tempuh dari Cirebon-Bandung menggunakan Bus Bhinneka Patas Executive kurang lebih

Info Pemesanan


Untuk info dan pemesanan dapat menghubungi nomor berikut, baik telepon maupun WA:
  • Pool Cirebon: 0812.14000.600
  • Pool Bandung: 0812.14000.900

Selain itu untuk informasi lebih lanjut, dapat juga menghubungi kontak kantor Bhinneka Sangkuriang:

Bandung


Alamat: Jalan Gedebage No. 121A, Gedebage – Bandung
Telepon : (022) 751 0443
Fax : (022) 750 0483
Email : cs@naikbhinneka.co.id

Cirebon


Alamat : Jalan Pilang Raya No.587, Kedawung – Cirebon
Telepon : (0231) 205 088
Fax : (0231) 210 777
Email: cirebon@naikbhinneka.co.id

Selain itu kunjungi juga situs resmi dan media sosialnya di:


Selamat menikmati perjalanan menggunakan Bus Bhinneka Patas Executive persembahan dari PT Bhinneka Sangkuriang Transport. Mudah-mudahan perjalanan anda menyenangkan.

Bus Bhinneka Pariwisata, Teman Perjalanan Kita

Bus Bhinneka Pariwisata - Pada kesempatan kali ini saya ingin memperkenalkan salah satu service dari Bhinneka Sangkuriang, yaitu layanan pariwisata berupa Bus Bhinneka Pariwisata. Bus Bhinneka Pariwisata ini cukup terkenal di kalangan wisatawan terutama bagi mereka yang selama ini tinggal di Pulau Jawa.

Bus Bhinneka Pariwisata telah melayani pelanggan dengan berbagai tujuan tempat wisata menarik yang ada di Indonesia. Kepercayaan pelanggan selalu menjadi hal yang selalu dijaga oleh PT. Bhinneka Sangkuriang Transport.

Oleh karena itu, Bus Pariwisata dari PT. Bhinneka Sangkuriang Transport memegang motto "aman, nyaman, dan terpercaya".

Sesuai dengan namanya, bus pariwisata, bus dari PT. Bhinneka Sangkuriang Transport ini melayani pelanggan yang ingin traveling beramai-ramai atau rombongan ke suatu tempat wisata sesuai dengan keinginan pelanggan.

Tidak hanya perjalanan wisata, bus ini juga biasa melayani perjalanan ziarah, study tour, perjalanan bisnis, termasuk juga digunakan oleh Klub Sepakbola di Jawa Barat.

Jika kita ingin wisata sendiri atau cuma satu keluarga, mungkin cukup membawa satu mobil. Namun, jika kita wisata bareng murid-murid kita, teman-teman kantor kita, atau teman-teman sekolah/kuliah kita, maka bus pariwisata mutlak diperlukan untuk kenyamanan perjalanan kita.

Untuk keperluan inilah Bhinneka Pariwisata hadir di tengah-tengah kita dalam rangka membuat perjalanan wisata kita semakin nyaman dan berkesan.

Tipe Bus


Bus Bhinneka Pariwisata sendiri ada beberapa tipe menyesuaikan dengan jumlah penumpang dan budget juga tentunya.

Adapun tipe-tipe Bus Pariwisata dari Bhinneka Sangkuriang adalah:

1. Bhinneka Pariwisata Legacy


bus pariwisata bhinneka legacy
Bhinneka Pariwisata Legacy yang elegan

Bus Pariwisata yang pertama dari Bhinneka Sangkuriang adalah Bhinneka Pariwisata Legacy. Bus ini berkapasitas 59 kursi sehingga sangat cocok digunakan bagi anak-anak sekolah yang ingin melakukan study tour.

Selain kapasitas 59 kuris, ternyata disediakan juga bus dengan kapasitas 44 dan 54 kursi.

Dengan menggunakan bus bermuatan cukup banyak ini, kegiatan study tour bisa dihemat biayanya, karena tidak membutuhkan armada bis terlalu banyak.

Tempat duduk Bhinneka Pariwisata Legacy menggunakan kursi 2-3. Adapun fasilitas yang disediakan di dalam bus di antaranya AC, DVD, dan TV LED untuk menemani perjalanan kita menuju destinasi wisata yang akan kita kunjungi.

2. Bhinneka Pariwisata Tourista


bus pariwisata tourista
Bus Bhinneka Pariwisata Tourista yang keren

Berbeda dengan Bus Pariwisata Legacy, bus Bhinneka Pariwisata Tourista ini memiliki tempat duduk yang lebih sedikit, yaitu cuma 33 tempat duduk.

Selain itu, jika Bus Pariwisata Legacy menggunakan formasi tempat duduk 2-3, Bus Pariwisata Tourista menggunakan formasi 2-2 sehingga pengunjung mendapatkan tempat duduk yang lebih lega.

Sama halnya dengan Bus Legacy, Bus Tourista ini juga dilengkapi dengan AC dan TV LED. Bus Pariwisata Tourista benar-benar nyaman sebagai teman perjalanan kita.

3. Bhinneka Pariwisata Medium FB


bhinneka pariwisata medium FB
Bus Pariwisata Medium FB dari Bhinneka Sangkuriang

Bus ini juga memiliki kapasitas sedang sekitar 33 kursi tempat duduk dengan formasi 2-2 yang membuat penumpang kian lega. Bus dilengkapi dengan AC dan TV LED.

Bus Medium cocok digunakan bagi kita yang ingin berlibur cuma satu rombongan kecil, misalkan panitia acara tertentu, satu kelas di kampus, satu rombongan teman kantor, dan rombongan kecil lainnya.

4. Bhinneka Pariwisata Nucleus


bus pariwisata nucleus
Armada Bus Pariwisata Nucleus

Hampir sama dengan Bus Legacy, bus ini memiliki kapasitas tempat duduk yang cukup banyak dengan formasi tempat duduk 2-3 dan dilengkapi dengan AC serta TV LED.

5. Bhinneka Pariwisata Evolution


bus pariwisata evolution
Bus Bhinneka Pariwisata Evolution

Bus Bhinneka Pariwisata Evolution juga mempunyai kapasitas yang banyak, 59 kursi. Fasilitas dari bus ini antara lain full AC, LED TV, DVD, Karaoke, dan Smoking Area bagi pelanggan yang terbiasa merokok.


6. Bhinneka Pariwisata Sprinter


bus pariwisata sprinter
Bus Bhinneka Pariwisata Sprinter

Bus Pariwisata Sprinter dilengkapi juga dengan WC duduk, selain AC, TV LED, DVD, Smoking Area, dan karaoke.

Untuk formasi tempat duduknya, memakai formasi 2-3 dengan kapasitas penumpang 57 tempat duduk. 

Informasi Pemesanan


Untuk informasi Pemesanan Bus Bhinneka Pariwisata, dapat menghubungi kontak di bawah ini:

1. Bandung


Silakan datang ke alamat Bhinneka Pariwisata di Jalan Soekarno-Hatta No. 385 – Bandung atau hubungi nomor telepon di (022) 522 9568.

2. Cirebon


Kontak untuk Bhinneka Pariwisata Cirebon silakan hubungi di:
  • Alamat: Jalan Pilang Raya No.587, Kedawung – Cirebon
  • Telepon : (0231) 205 088
  • Fax : (0231) 210 777
  • Email: cirebon@naikbhinneka.co.id

3. Bekasi


Kontak Bhinneka Pariwisata Bekasi yaitu:
  • Alamat: Jalan Wibawa Mukti II No. 70, Jatiasih – Bekasi
  • Telepon : (021) 824 06 804
  • Fax : (021) 824 25 319

4. Media Sosial dan Web


Untuk menghubungi lewat online dan informasi lebih lanjut silakan kunjungi:

Selamat menikmati perjalanan yang nyaman bersama Bus Bhinneka Pariwisata persembahan dari PT. Bhinneka Sangkuriang Transport. Mudah-mudahan perjalanan anda menyenangkan.

Mewujudkan Impian Rumah Murah Di Medan

Mewujudkan Impian Rumah Murah di Medan - Jika kita pernah belajar ekonomi, ada 3 kelompok kebutuhan manusia, yaitu Kebutuhan Primer, Kebutuhan Sekunder, dan Kebutuhan Tersier. Kebutuhan Primer adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia untuk melangsungkan hidupnya, yang meliputi pangan, sandang, dan papan (rumah).

rumah murah wiraland medan
Rumah Murah di River Valley, Wiraland, Medan

Makin ke sini, memiliki sebuah rumah, bisa jadi cuma sekedar impian bagi sebagian orang. Sebagai pemenuhan kebutuhan primer, memiliki sebuah rumah murah terasa kian sulit. Inflasi yang membumbung tinggi terasa benar kian mencekik.

Berbicara mengenai inflasi, berdasarkan pengalaman saya, inflasi paling tinggi ada di sektor properti, baik itu tanah maupun rumah.

Salah satu contohnya, teman kantor saya pernah membeli tanah sekitar 5 tahun lalu, dengan harga 30 juta rupiah untuk ukuran tanah 300 meter persegi.

Sekitar 1 bulan yang lalu, karena ada kebutuhan yang mendesak, teman saya menjual tanah tersebut, dengan harga yang fantastis. Tanah tersebut terjual dengan harga 300 juta rupiah lebih. Bayangkan, baru lima tahun, harga tanah naik dari 30 juta rupiah menjadi 300 juta rupiah, naik 10 kali lipat.

Kita tidak bisa membayangkan, harga tanah lima atau sepuluh tahun mendatang, atau pada masa anak cucu kita nanti. Jika ada kesempatan, membeli tanah atau rumah jangan pernah ditunda-tunda. Sekarang, atau akan kita dapati harga tanah dan rumah yang sudah naik berkali-kali lipat.

Terkait rumah murah, bukan cuma anda yang punya impian, saya pun punya impian serupa, memiliki sebuah rumah yang cukup untuk hidup kita dan anak-anak kita.

Di Medan, ada sebuah Perusahaan Property yang bisa mewujudkan impian kita untuk memiliki sebuah rumah idaman, yaitu Wiraland.

Sekilas Mengenai Wiraland


Wiraland merupakan salah satu Perusahaan Property terkemuka di Indonesia, yang telah memiliki pengalaman dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

Sesuai dengan namanya, Wira dan Land, Perusahaan ini memiliki cita-cita bisa menjadi perusahaan property terpercaya dan terunggul di Indonesia sehingga bisa menjadi perwira yang bisa memenuhi kebutuhan primer masyarakat Indonesia, terutama kebutuhan papan.

Wiraland sendiri dirintis oleh seorang pengusaha yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam bidang real estate, Michael Wirawan, bersama dengan Harun Widjaja.

Dengan segala proyek yang telah, sedang, dan akan dikerjakan, Wiraland akan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin segera memiliki rumah dengan harga yang terjangkau.

Rumah Murah Wiraland


Wiraland dengan sukses telah membangun beberapa kawasan proyek property di Medan. Proyek-proyek yang telah sold out di antaranya sebagai berikut:
  1. Medan Utara City (MU City).
  2. The Allugio Residence.
  3. The High Point.
  4. The Alconia Townhouse.
  5. The Atria Residences.
  6. The Amari Golf Residence.
  7. The Ivory.
  8. Prime Townhouse.
  9. The Piazza Residence.
  10. The Palace Residence.
  11. Menara Mas Residence.
  12. The Sommerset Residence.
  13. Pesona Malibu.

13 Proyek di Medan yang sudah ludes terjual di atas membuktikan kesuksesan dari Wiraland serta kepercayaan masyarakat kepada Wiraland.

Proyek-proyek yang dikerjakan oleh Wiraland ternyata tidak hanya di Medan, di Jakarta pun telah ada beberapa proyek dari Wiraland seperti South City dan The Visenda Residence.

Bagi kita yang ingin memiliki rumah murah di Medan, tidak perlu khawatir, karena proyek dari Wiraland tidak hanya berhenti pada 13 proyek yang sudah sold out di atas.

Saat ini, Wiraland juga sedang mengerjakan proyek-proyek untuk menyediakan kebutuhan perumahan bagi masyarakat. Adapun proyek-proyek rumah murah dari Wiraland di antaranya:

1. River Valley Residence


Tipe Topaz River Valley
Rumah Type Topaz di River Valley

River Valley merupakan salah satu kawasan perumahan dari Wiraland di atas tanah seluas 50 hektar dengan motto "Murah Sekarang Mahal Kemudian".

River Valley menjadi salah satu perumahan dengan konsep hijau dengan adanya penanaman pohon ketapang 5000 buah. Pohon ketapang sendiri kita tahu merupakan pohon yang cepat tumbuhnya dan rindang daunnya.

River Valley menyediakan 4 tipe rumah dengan berbagai pilihan harga:
  • Tipe Crystal: 2 kamar, tanah ukuran 6 x 12 m2, luas bangunan 36 m2, dan harga mulai 106 juta rupiah.
  • Type Jasper: 2+1 kamar, tanah ukuran 7 x 20 m2, luas bangunan 58 m2, dan harga mulai 200 juta rupiah.
  • Type Ruby: 2+1 kamar, tanah ukuran 8 x 20 m2, luas bangunan 67 m2, dan harga mulai 278 juta rupiah.
  • Type Topaz: 3 kamar, tanah ukuran 9 x 20 m2, luas bangunan 78 m2, dan harga mulai 336 juta rupiah.

2. The Adamaris Residence


The Adamaris Residence
Salah satu rumah di The Adamaris Residence

Perumahan murah yang kedua dari Wiraland Property Group adalah The Adamaris Residence. Harga rumah di The Adamaris Residence ini dibandrol mulai dari 100 jutaan dan masih sangat terjangkau bagi masyarakat.

Ada tiga tipe rumah di The Adamaris Residence yaitu Canary, Castillo, dan Cavilla. Luas tanah untuk ketiga tipe rumah tersebut adalah:
  • Canary: 6 x 13 m.
  • Castillo: 8 x 13 m.
  • Cavilla: 8 x 13 m

Bagi kita yang membeli rumah di perumahan ini, dapat bonus ISTRI juga lho. ISTRI di sini maksudnya singkatan dari Indovision, Sofa, TV, Refrigerator, dan Internet.

Selain menggarap proyek perumahan kalangan menengah ke bawah, Wiraland Property Group juga memiliki beberapa proyek dengan harga ratusan juta sampai di atas 1 milyar seperti Givency One, Taman Setia Budi Indah 2, Menteng Indah, Evergreen Luxury Home, Victoria Townhouse, Arta Mega Bizpark, dan Halton Place.

Kesimpulannya, keinginan kita untuk memiliki sebuah rumah, terutama di daerah Medan, dapat dipenuhi salah satunya oleh Wiraland Property Group ini. Wiraland telah menyediakan rumah murah di Medan di samping beberapa perumahan elit yang dibangunnya.

Friday, August 19, 2016

Pengalaman Menginap di Hotel Rauda Pekanbaru

Hotel Rauda Pekanbaru, merupakan tempat saya menginap selama 3 malam saat saya mengikuti Workhsop Kehumasan. Hotel ini merupakan salah satu hotel berbasis syariah yang ada di Kota Pekanbaru, Riau. Dan pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman kepada anda tentang pengalaman saya menginap di Hotel Rauda ini.

Rauda Hotel Pekanbaru
Foto Bagian Depan Rauda Hotel
Dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, jaraknya tidak terlalu jauh sih, kalau naik taksi sekitar 10-15 menit, saat jalanan lancar. Tapi pengalaman saya selama di Pekanbaru, kebetulan jalanan selalu lancar, tidak pernah macet sehingga waktu tempuhnya pun cuma sebentar.

Letak Strategis


Hotel Rauda Pekanbaru terletak di Jalan Tangkuban Perahu Nomor 4, Pekanbaru, 28112. Letaknya persis ada di depan Grand Jatra Hotel Pekanbaru dan Mal Pekanbaru. Hotel Rauda berada di tengah-tengah di antara sederetan hotel dan tempat perbelanjaan, sehingga sangat strategis bagi wisatawan yang hobi belanja.

Beberapa hotel lain di sekitar Hotel Rauda di antaranya Hotel Anom, Hotel Citismart Bidadari, Grand Hawai Hotel, Red Planet Hotel, dan masih banyak hotel lainnya, yang dapat dengan mudah ditemukan oleh wisatawan atau pengunjung Kota Pekanbaru.

Dari Jalan Protokol, Jalan Jenderal Sudirman, Hotel Rauda juga hanya berjarak sekitar 30 meter saja sehingga dapat dengan mudah dijangkau menggunakan kendaraan umum baik angkot maupun Bus Trans Pekanbaru.

Tarif Hotel dan Fasilitas


tarif hotel rauda
Tarif Hotel Rauda Per malamnya

Hotel Rauda Pekanbaru menyediakan berbagai tipe kamar: Standard Single, Standard, Superior B, Superior A, Deluxe dan Family Room dengan tarif per malam saat saya berkunjung ke sini sebagai berikut:
  • Family Room: Rp423.500,- per malam.
  • Deluxe: Rp399.300,- per malam.
  • Superior A: Rp350.900,- per malam.
  • Superior B: 326.700,- per malam.
  • Standard: Rp278.300,- per malam.
  • Standard Single: Rp199.650,- per malam.

Saya memilih kamar Superior A dengan tarif Rp350.900 per malam. Tarifnya memang agak unik yah, tidak bulat ke angka ribuan.

Tarif hotel di atas sudah termasuk sarapan untuk 2 orang. Tambahan orang akan dikenakan charge sebesar Rp25.000,- per orang.

Fasilitas Hotel dan Kamar Superior A yang saya tempati sebagai berikut:

Kamar


kamar hotel rauda
Kamar hotel yang cukup besar

Kamar yang saya tempati cukup luas, dengan satu tempat tidur besar. Kamar ini cocok bagi yang menginap bareng istri atau suami, dan bisa juga bersama anak kecil.

Di dalam kamar disediakan dua buah kursi untuk bersantai dengan meja di tengahnya, dua botol air mineral dengan dua buah gelas, 1 buah televisi, 1 buah meja di bawah televisi, lalu tempat untuk meletakkan barang, lemari baju, kaca cermin, pemanas air beserta gula, kopi, teh, dan kreamer, serta gantungan baju.

Disediakan juga 1 buah sandal hotel bagi yang ingin memakai sandal selama menginap di hotel. Di masing-masing kamar juga disediakan 1 buah sajadah serta 1 buah Al Quran di laci meja. Sangat mendukung bagi pengunjung yang beragama Islam.

Kamar dilengkapi dengan AC sebagai pendingin ruangan.

Kamar Mandi


Kamar Mandi menurut saya kurang berkesan. Di samping warnanya yang memakai warna coklat, sehingga terkesan gelap, warna tersebut juga menimbulkan kesan kotor. Berbeda dengan hotel-hotel baru yang memakai warna dinding dan lantai putih kekuningan sehingga terkesan bersih.

Toiletnya berupa toilet duduk, sama seperti hotel-hotel lainnya. Hanya saja hotel ini juga kelihatannya hotel yang sudah cukup berumur sehingga kebersihannya tentu berbeda dengan hotel yang masih baru.

Ruang Tunggu


Ruang Tunggu cukup luas, dengan beberapa kursi yang ada. Pengunjung dapat duduk-duduk di ruang kursi sambil membaca koran yang disediakan oleh pihak hotel.

Tempat Makan



Persis di seberang resepsionis, ada restoran/tempat makan Hotel Rauda. Pengunjung menikmati sarapan pagi di restoran ini.

Namun, sarapannya tiap hari tidak berubah. Isinya itu-itu saja: lontong sayur, nasi goreng, mie goreng, telor mata sapi, kerupuk, bubur kacang hijau, roti tawar, kopi, teh, susu, jeruk, buah-buahan, dan seperti bubur ayam tapi tidak ada buburnya.

Mushola


Di sebelah tempat makan disediakan sebuah mushola untuk pengunjung beragama Islam yang ingin melaksanakan sholat lima waktu, meskipun di masing-masing kamar disediakan sajadah juga.

Demikian Reviu singkat pengalaman saya menginap di Hotel Rauda Pekanbaru. Menurut saya, rate hotel ini 3/5. Selamat berkunjung ke Pekanbaru ya.

Menikmati Kuliner Kota Pekanbaru

Kuliner Kota Pekanbaru, rasanya kurang seru kan kalau jalan-jalan ke suatu tempat, tapi gak menikmati kuliner yang ada di tempat itu? Kuliner juga merupakan sesuatu yang unik, karena tiap daerah mempunyai kekhasan cita rasa tersendiri.

Seperti telah saya ceritakan sebelumnya, tepat di tanggal 17 Agustus 2016 saya punya kesempatan untuk Jalan jalan ke Pekanbaru untuk mengikuti Workhsop yang diadakan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau dengan Tema Publikasi Hasil Pengawasan BPKP: Percepatan Proyek Strategis Nasional.

Saya berangkat dari rumah di Pesawaran Lampung pukul 12 siang, dan sampai di Hotel Rauda sekitar pukul 9.30 malam. Karena di dalam pesawat menuju Pekanbaru, saya sudah makan malam, maka malam pertama di Pekanbaru, saya langsung merebahkan badan di kamar hotel setelah perjalanan cukup lama, 9 jam lebih.

Saya tanya Mba Pipin, katanya sudah kenyang juga. Maka malam itu pun kami langsung istirahat di kamar masing-masing dan tidak keluar hotel untuk mencari makan malam.

Alhasil, tidak ada cerita kuliner yang bisa saya ceritakan di malam pertama saya ada di Kota Pekanbaru.

Mie Rebus Ala Pekanbaru


Pagi hari, di Hotel Rauda disediakan sarapan, dan kali ini saya memilih sarapan nasi goreng, karena pilihannya cuma ada nasi putih, lontong sayur, dan mie goreng.

Siang harinya, makan siang dan snack disediakan oleh panitia workshop.

Barulah malam harinya, kami harus keluar hotel mencari makanan yang ada di sekitar hotel.

Malam kedua di Pekanbaru, sehabis sholat Isya, kami menerobos rintik rintik hujan. Kami jalan ke arah kiri, menuju jalan raya. Selama perjalanan saya dari Bandara Syarif Kasim II menuju hotel Rauda, memang jarang sekali kami jumpai ada pedagang kaki lima yang berjualan, beda sekali dengan tempat tinggal saya selama ini.

Alhasil, ternyata susah juga menemukan warung makan yang cocok yang bisa mengganjal perut kami malam ini. Ditambah lagi rintik-rintik hujan yang gak berhenti juga, sehingga kami pun tidak bisa jalan terlalu jauh mencari warung makan yang lain.

Yang kami jumpai, hanya ada warung nasi padang, sate padang, martabak, dan nasi goreng, mie goreng serta mie rebus.

Akhirnya kami memutuskan untuk duduk di warung nasi goreng dan mie goreng serta rebus. Setelah duduk, baru sadar, kalau mie yang ada ternyata indomie dan mie besar. Beda banget sama warung nasi dan mie yang ada selama ini.

Daripada makan indomie, maka kami pun memesan mie besar rebus. Biasanya sih, kalau mie sebesar ini cocoknya untuk mie goreng. Tapi kali ini kami memesan mie rebus, dan orang di belakang kami pun memesan mie rebus terlebih dahulu, makanya kami juga ikutan.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya jadi juga tuh mie rebus, dan langsung dihidangkan di hadapan kami.

Di atas mie rebus, ditaruh beberapa lembar kerupuk dan daun bawang. Ada juga sayur sawinya, serta kuahnya yang berwarna merah. Awal ngelihat, sepertinya rasanya bakalan pedas.

mie rebus pekanbaru
Mie Rebus Kuah Merah

Kami belum mencicipi, orang di belakang kami sudah nanya sama si penjual.

"Mba, ada kecap asin gak?".

Penjualnya menjawab, "Gak ada bu".

Kembali lagi orang di belakang kami bertanya, "Ada garam gak?".

"Oh, ada bu", jawab si penjual.

Si penjual kemudian mengambilkan garam kepada orang di belakang kami.

Tak lama kemudian saya ambil sedok, dan saya cicipi satu sendok kuah mie rebus yang berwarna merah. Rasanya kurang manis. Lalu saya pun ambil kecap manis dan saya aduk kembali.

Saya cicipi lagi, kok masih ada yang kurang yah rasanya. Saya cicipin mienya, saya rasa-rasa kembali, sepertinya hambar. Barulah ingat sama orang di belakang kami tadi yang meminta garam, ternyata rasanya memang kurang asin.

Saya tanya sama Mba Pipin juga, gimana rasanya. Jawabannya pun ternyata sama, masih aneh di lidah. Kami pun belum tahu, apakah memang ini cita rasa orang Pekanbaru atau memang si penjualnya saja yang masaknya ada yang kurang.

Selain itu, kami berdua adalah orang Jawa, bisa jadi lidah Jawa kami saja yang kurang familiar dengan makanan seperti ini.

Tapi, setelah merasakan mie rebus ini, kami rasanya kapok untuk mencoba lagi, hehehe. Tidak sesuai dengan lidah Jawa kami.

Namun, tentunya pengalaman saya dengan mie rebus ini tidak dapat mewakili kuliner Pekanbaru secara keseluruhan. Mie ini hanyalah salah satu dari sederetan mie rebus yang ada di Pekanbaru, yang boleh jadi berbeda rasanya, hanya saja saya belum sempat, atau dengan kata lain, tidak mau mencoba mie yang lain ^_^.

Sate Ayam


Jika malam kedua di Pekanbaru kami makan malam dengan mie rebus dengan rasa yang sangat tidak cocok dengan lidah kami, malam ketiga kami pun mencari warung makan yang lain, di sekitaran Hotel Rauda dan Mal Pekanbaru.

Namun, lagi-lagi, yang kami jumpai yah itu itu lagi, nasi goreng, makanan padang, mie goreng dan mie rebus, martabak, sate padang. Ada juga sebenarnya pecel lele dan ayam penyet, namun kami lihat tempatnya sepi pembeli, jadi kami ragu mau masuk.

Kami merasa agak aneh juga, di sekitaran Mal Pekanbaru ini banyak sekali hotel, namun tempat-tempat makan terlihat sepi. Mal Pekanbaru sendiri juga sebenarnya tidak begitu ramai setelah kami masuk. Atau mungkin orang Pekanbaru tidak terlalu hobi makan di luar.

Kalau di Bandar Lampung, tempat-tempat kuliner begitu ramai pengunjung, dan aneka pedagang kaki lima pun berjejeran sepanjang jalan.

Kami berjalan cukup jauh, mampir dulu ke Viz Cake, lalu kembali jalan-jalan mencari tempat makan yang cocok untuk lidah kami.

Setelah jalan jauh, kemudian mentok, akhirnya kami menemukan sebuah warung sate madura. Nah, daripada makan sate padang, masakan padang, atau makanan lainnya, kami pun memutuskan untuk makan malam di warung sate ini.

Tidak menunggu terlalu lama, akhirnya datang juga pesanan sate ayam kami. Satu porsi sate dihargai Rp17.000,- sudah termasuk lontong sayurnya.

Rasa? Yah, lumayan lah, daripada harus makan sate padang atau mie rebus seperti malam sebelumnya. Setidaknya ada makanan yang familiar di lidah kami.

Setelah kenyang, kami pun pulang kembali ke hotel, lewat jalan di samping Mal Pekanbaru, dan tidak lama kemudian kami istirahat di kamar masing-masing.

Pengalaman selama 3 malam di Pekanbaru, susah juga menemukan kuliner yang cocok di sekitaran Mal Pekanbaru. Mungkin tempat-tempat lain di Pekanbaru ada pusat kulinernya, hanya saja kami belum sempat berkunjung. Mungkin lain waktu. Sampai jumpa lagi Pekanbaru.