Sunday, January 15, 2017

Jalan Braga Bandung Dengan Suasana Eropanya

jumanto.com - Jalan Braga Bandung Dengan Suasana Eropanya. Terlalu sayang kalau datang ke Bandung lalu cuma berdiam diri di penginapan. Saya yang suka jalan-jalan, dengan menggunakan uber motor di Bandung, akhirnya berkeliling kota Bandung walau cuma beberapa tempat saja yang baru bisa saya kunjungi karena keterbatasan waktu.

Dari West Point Hotel, saya berangkat sudah sore, kurang lebih pukul 17.00. Tujuan pertama saya adalah Alun-alun Kota Bandung, karena sebenarnya pengin naik bus tingkat yang sedang ngehits. Sayangnya, bisnya sudah gak ada, tapi cukup puas juga sih menikmati fasilitas yang ada di Alun-alun Bandung dan sekitarnya.

Sesudah sholat maghrib di Masjid Raya Bandung, lalu jalan-jalan memutari alun-alun dan juga sekelilingnya, saya memutuskan untuk mengunjungi kawasan gedung sate, karena penasaran saja.

Di pertengahan perjalanan, saat melewati Jalan Braga Bandung, saya langsung terpesona dengan suasana Eropanya, benar-benar berbeda dengan suasana kota di tempat lain di Indonesia.

jalan braga bandung
duduk dulu di jalan braga

Selepas dari gedung sate, saya pun memutuskan untuk kembali ke Jalan Braga Bandung, sekalian menikmati kuliner Bandung di Warung C'Mar yang letaknya di ujung dari Jalan Braga Bandung.

Jalan Braga Bandung yang dikenal dengan Parijs Van Java ini ternyata merupakan salah satu tempat nongkrong di Bandung yang asyik, dan enak juga buat jalan-jalan di malam hari.

Kuliner Braga Bandung


Jalan Braga Bandung merupakan pusatnya kota Bandung di mana para pejabat dan kalangan atas dulunya menghabiskan uang mereka.

Kalau saat ini, Jalan Braga Bandung lebih banyak diisi oleh anak muda yang nongkrong untuk menghabiskan waktu.

Tempat makan murah di Braga sampai dengan yang mahal ada semuanya. Jalan Braga Bandung memang telah bermetamorfosis menjadi pusat hiburan serta kuliner di kota Bandung.

Kuliner Braga Bandung banyak sekali macamnya. Di sepanjang Jalan Braga Bandung, di kanan dan kiri jalan, akan kita temukan cafe-cafe dan tempat kuliner yang berjejer-jejer. Mau makan di Jalan Braga Bandung, tinggal pilih saja sesuai selera dan kantong kita.

Warung C'Mar pun ternyata sudah buka juga di Jalan Braga Bandung, tepatnya di Jalan Braga Nomor 69.

Cafe-cafe dan tempat-tempat kuliner di Jalan Braga ini memiliki bentuk atau konsep yang menarik, dengan dominasi berupa bangunan tinggalan jaman kolonial Belanda. Termasuk jalan yang digunakan, Jalan Braga Bandung ini tidak menggunakan aspal, akan tetapi lebih memilih menggunakan jalan dari paving block berbentuk persegi panjang.

Suasananya Eropa banget dan klasik. Bersejarah.

Kuliner di Jalan Braga Bandung yang Bisa Kita Coba


Saat berkunjung ke Jalan Braga Bandung dan ingin mencicipi kulinernya, setidaknya berikut ini beberapa tempat kuliner di Jalan Braga Bandung yang direkomendasikan oleh beberapa netizen:
  1. Braga Punya Cerita, dengan bangunan Belanda tuanya yang dipercantik.
  2. Braga Permai,  rasa makanannya membawa kita ke suasana masa kolonial.
  3. The Sugarush Cafe, surganya pencinta yang manis-manis.
  4. Mie Reman, bukan Mie Ramen lho ya, pencinta makanan pedas silakan tes kekuatan pedas Anda di sini.
  5. Braga Huis, tempat untuk menikmati rasanya para saudagar kaya menghabiskan uangnya di Braga :).
  6. Bandung Suki, menikmati makan hangat dan panas di sini tempatnya.
  7. Wiki Koffie, menikmati kopi dengan harga yang miring.
  8. Sumber Hidangan, es krimnya paling mantap.
  9. Warung Makan C'Mar, dengan hidangan sundanya.
  10. Ayam Penyet Bu Tris, cita rasa khas kaki lima yang menggoda selera.
  11. La Baraga, menyediakan menu mediterania, Asia, dan Indonesia.
  12. dan masih ada puluhan tempat kuliner serta cafe di Jalan Braga Bandung lainnya.

Saat menikmati kuliner di Jalan Braga Bandung, bagi yang beragama Islam, mesti pilih-pilih tempat, karena sepenglihatan saya, kelihatannya banyak cafe-cafe yang menyediakan bir dan banyak juga berdiri cafebar-cafebar di Jalan Braga ini.

Kalau saya salah mohon dikoreksi ya. Tapi sepenglihatan saya, banyak yang menjual bir di Jalan Braga Bandung ini.

Hotel di Jalan Braga Bandung


hotel di jalan braga bandung

Di Jalan Braga Bandung sendiri cukup banyak hotel dan penginapan bagi para wisatawan yang ingin menginap di pusat Kota Bandung.

Beberapa hotel yang ada di Jalan Braga Bandung dan sekitarnya di antaranya:
  1. Aston Braga Hotel & Residence Bandung di Jalan Braga Nomor 99-101, Braga City Walk, Bandung.
  2. Gino Feruci Braga Hotel Bandung di Jalan Braga No 67, Bandung.
  3. Favehotel Braga di Jalan Braga No 99-101, Braga City Walk, Bandung.
  4. Ibis Styles Bandung Braga, di Jalan Braga No 8, Bandung.
  5. Cheg Bon Hostel Bandung.

Selain di Jalan Braga, hotel-hotel di Jalan Asia Afrika dan Jalan Merdeka juga masih banyak yang letaknya tidak jauh dari Jalan Braga Bandung.

Oiya, asyiknya jalan-jalan di Jalan Braga Bandung ini, kita akan menemukan kursi-kursi di sepanjang jalan yang bisa kita gunakan untuk istirahat. Bunga-bunga kecil juga bergelantungan di sepanjang tiang-tiang yang ada di jalanan kota Bandung, membuat kota ini kian cantik.

Di Jalan Braga Bandung juga katanya rutin digelar Braga Bandung Night Life setiap malam minggunya.

Selanjutnya, turis-turis asing akan banyak sekali kita jumpai berkeliaran di Jalan Braga Bandung. Jalan Braga ini mungkin surganya para turis asing, karena ada tempat hangout, bar, dan juga suasananya memang Eropa banget.

Bagi mereka para turis asing, Jalan Braga Bandung ini mungkin seperti kampung halaman sendiri kali ya. Yah, apapun itu, buat saya, Jalan Braga Bandung ini merupakan salah satu lokasi wisata di Bandung yang mesti kita kunjungi selain Alun-alun Bandung. So, kapan mau ke Bandung?

Saturday, January 14, 2017

Alun Alun Bandung Sekarang di Malam Hari

jumanto.com - Alun Alun Bandung Sekarang di Malam Hari. Seperti halnya kota-kota lain di Pulau Jawa, akan selalu ada ruang terbuka hijau yang biasa digunakan masyarakat untuk berkumpul dan menggelar berbagai acara, yang letaknya persis ada di pusat kota dan pusat pemerintahan.

Iya, Bandung, sebagai salah satu kota di Pulau Jawa, juga memiliki Alun-alun yang ternyata kece banget buat dikunjungi. Alun alun Kota Bandung ini cocok banget dijadikan tempata wisata keluarga yang asyik banget dan murah meriah.

alun alun bandung sekarang
keramaian alun alun bandung di sore hari

Jika sedang berkunjung ke Bandung, jangan melewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan Alun alun Bandung sekarang di malam hari, karena suasananya seru dan asyik.

Pertama kali saya datang ke Alun alun Bandung, saya pun langsung terpesona, tidak sesuai dengan bayangan awal. Keberadaan Alun alun Bandung sekarang ternyata melebihi ekspektasi saya yang muncul di pikiran sebelum sampai di Alun alun kota Bandung.

Alamat Alun Alun Bandung


Kalau saya lihat di Google Maps, Alun alun Bandung ini beralamat di Jalan Asia Afrika, Balonggede, Regol, Kota Bandung.

Yang jelas, kalau kita mau ke Alun alun Bandung ini, mudah banget, karena letaknya begitu strategis, berada di pusat kota.

Di sebelah utara dari alun alun Bandung, ada sebuah halte yang menjadi tempat naik turunnya penumpang ke dan dari berbagai tujuan.

Kalau mau gampang, tinggal pesan uber taxi, uber motor, grab car, atau bisa juga memesan Gojek. Transportasi di Kota Bandung cukup lengkap yang memudahkan kita mau jalan-jalan ke mana. Sewa motor juga banyak, seperti di Kota Jogja.

Saya sendiri datang ke Alun alun Kota Bandung naik uber motor dari West Point Hotel dan cukup membayar 10.500 rupiah saja. Kalau naik Gojek kayaknya lebih murah.

Kuliner Dekat Alun Alun Bandung


Di bawah Alun alun Bandung persis merupakan basement yang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan pengunjung serta sentra kuliner Alun Alun Bandung.

kuliner alun alun bandung
penunjuk arah menuju sentra kuliner di basement

Banyak sekali penjual aneka makanan dan minuman yang berjualan di sentra kuliner Alun alun Bandung ini, tinggal pilih saja.

Kamar kecil juga ada di bagian basement.

Sayangnya, kalau saya lihat, keadaannya memang terlihat kumuh. Kurang bersih. Jadinya, pengunjung mungkin agak segan untuk makan di sentra kuliner ini.

Saya sendiri karena sudah kelaperan, akhirnya memesan batagor dan minumnya teh botol sos*o saja :).

Selain itu, saya perhatikan, banyak juga yang berjualan sosis goreng dan sejenisnya di sebelah barat alun alun Bandung, persis di sebelah kiri Masjid Raya Bandung, berada di antara pusat perbelanjaan dan masjid agung.

kuliner dengan alun alun bandung
tempat kuliner di dalem kaum, samping masjid agung Bandung

Di tempat ini disediakan banyak tempat duduk outdoor, keren banget deh suasananya, mirip dengan suasana di luar negeri :).

Kalau mau jalan lagi, katanya ada kuliner enak yang tidak jauh dari Alun alun Bandung, yaitu Mie Linggarjati (Rumah Makan Linggarjati, ada baksonya juga), yang berada di Jalan Balonggede Nomor 1, Bandung. Tempat kuliner di Bandung dekat alun alun ini konon laris banget dan harus antri kalau mau menikmati lezatnya kuliner di Bandung ini.

Selain itu, saya baca lagi, ada Lemang yang berada di samping kantor PLN (Alun alun Bandung), tepatnya di Jalan Cikapundung. Kuliner di Bandung yang satu ini merupakan makanan khas Padang.

Tempat Wisata Dekat Alun-alun Bandung


Banyak tempat wisata sejarah dan belanja yang dapat kita kunjungi di dekat Alun-alun Kota Bandung. Bandung sendiri kalau saya perhatikan, menyimpan banyak sekali bangunan-bangunan peninggalan Belanda, yang masih terpelihara sampai dengan saat ini.

Saya sangat suka dengan bangunan-bangunan Belanda yang masih terjaga dengan baik, dan mengingatkan saya akan keberadaan Kota Jogja yang penuh dengan budaya dan sejarahnya juga.

Nah, kalau kita jalan-jalan ke Alun alun Bandung, kita bisa menikmati wisata belanja di Dalem Kaum. Komplek Dalem Kaum ini berada di Jalan Dalem Kaum, persis di sebelah kiri Masjid Raya Bandung.

dalem kaum bandung
pusat perbelanjaan dekat alun alun Bandung

Berbagai barang dengan berbagai harga dapat kita temukan di Dalem Kaum ini dan suasanya benar-benar lain dari pusat perbelanjaan yang pernah ada. Saya merasakan seolah-olah sedang jalan-jalan ke luar negeri (padahal belum pernah jalan jalan ke luar negeri hehehe).

Di kompleks Dalem Kaum ini juga kita akan menemukan makam Bupati Raden Adipati Wiranatakusumah II, yang merupakan Bupati Kabupaten Bandung ke-6 yang berjasa mendirikan Kota Bandung.

Selanjutnya, kita bisa jalan-jalan ke Jalan Asia Afrika, lalu menuju tempat wisata di dekat Alun-alun Bandung lainnya seperti Warung Kopi Purnama, Penjara Soekarno, Masjid berarsitek Tionghoa seperti Masjid Cheng Hoo Purbalingga, Cikapundung Riverspot, Jalan Braga yang banyak turisnya, Gedung Merdeka, dan Tugu Titik Nol Bandung.

Bandung memang selalu menarik untuk dikunjungi bagi pencinta budaya, layaknya kota Jogja.

Alun alun Bandung Rumput Sintetis


alun alun bandung rumput sintetis

Salah satu ciri khas dari Alun-alun Kota Bandung adalah keberadaan rumput sintetis ini. Jarang banget ada alun alun yang memakai rumput sintetis, dan Bandung ini mungkin merupakan satu-satunya.

Maklum, sang walikota kan memang seorang arsitek, jadi ada saja deh ide untuk mempercantik alun-alun Kota Bandung yang direnovasi pada tahun 2014 lalu.

Keberadaan Alun alun Bandung dengan rumput sintetisnya benar-benar membuat tempat ini menjadi tempat wisata keluarga yang sangat ramah di Bandung. Rumput sintetis juga membuat alun-alun Bandung menjadi lebih indah.

Setiap sore, sepertinya tempat ini ramai dengan anak-anak yang bermain bersama keluarga. Ada yang main bola, ada yang sekedar duduk-duduk, ada yang sekedar ngobrol sama pacar juga, bermacam-macam aktivitas bisa dilakukan di Alun alun Bandung.

Selain rumput sintetis, di sebelah selatannya juga ada taman bunga yang membentuk labirin-labirin cantik, bagus dijadikan tempat foto selfie dan instagramable deh pokoknya.

taman bunga alun alun bandung

Di sebelah timur alun-alun, ada tulisan besar BANDUNG yang menunjukkan kepada kita bahwa inilah kota Bandung.

Alun-alun Bandung sekarang telah menjadi salah satu destinasi liburan dan hiburan warga kota Bandung. Enaknya lagi, lokasinya yang berada di belakang Masjid Raya membuat tempat ini makin asyik dikunjungi. Selain refreshing, kita juga bisa menikmati wisata religi di kota Bandung.

Alun alun Bandung Sekarang VS Dulu


Alun alun Bandung sekarang tentunya jauh lebih rapi dibandingkan dengan alun alun Bandung dulu. Dulu, landscape utama dari Alun alun Bandung adalah keberadaan air mancurnya.

Alun alun Bandung tempo dulu juga terlihat kumuh, penjual tidak rapi, berjualan di mana-mana. Selain itu, konon, alun alun Bandung dulu juga dijadikan tempat mangkal para PSK.

Jaman sudah berubah lebih maju, dengan perkembangan di segala bidang. Termasuk Alun-alun Kota Bandung yang dipercantik menjadi Alun-alun Bandung sekarang.

Warga kota Bandung harus bersyukur karena punya ruang terbuka di pusat kota yang bisa dinikmati siapa saja.

Warga Bandung tidak perlu jauh-jauh untuk menghabiskan sore di akhir pekan, karena Alun-alun Bandung pun dapat menjadi alternatif tempat wisata dan refreshing yang murah di Kota Bandung.

Alun alun Bandung juga ramah sekali buat anak-anak, selain keberadaan lapangan dengan rumput sintetis, di Alun alun Bandung juga ada arena khusus bermain anak yang di dalamnya ada ayunan, perosotan, jungkat jungkit, dan permainan anak lainnya.

area bermain alun alun bandung
area bermain anak

Di belakang halte, merupakan tempat favorit untuk nongkrong bersama teman. Tempat duduk banyak sekali, pohonnya sudah mulai rindang, dan suasananya nyaman.

tempat nongkrong di bandung
nongkrong di alun alun bandung, belakang halte

Di Alun alun Bandung juga ada perpustakaan yang bisa menambah pengetahuan kita. Refreshing, bermain, sambil belajar di Alun alun Bandung. Seru bukan?

Penutup: Alun-alun Bandung Wajib Dikunjungi


Sebagai penutup tulisan saya kali ini, saya merekomendasikan banget kalau Anda mau wisata keluarga ke Kota Bandung, maka wajib banget datang ke Alun alun Bandung ini.

Anak-anak pasti seneng banget main-main di atas rumput sintetisnya.

Kita juga bisa berkeliling jalan kaki menuju Jalan Asia Afrika dan menikmati berbagai wisata sejarah dengan bangunan-bangunannya yang masih terpelihara.

Kesimpulannya: Alun alun Bandung sekarang benar-benar cantik, apalagi kalau sore hari hingga malam hari, tambah cantik. Yuk datang ke Alun alun Bandung.

Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga, Unik dan Langka

jumanto.com - Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga. Setelah jalan-jalan ke Desa Wisata Panusupan, kita memutuskan untuk mampir sebentar ke Masjid Cheng Hoo Purbalingga, yang kita lewati saat berangkat. Karena berangkat ke Desa Panusupan sudah kesiangan, jadi kita memutuskan untuk mampir di Masjid Cheng Hoo Purbalingga pas pulangnya saja.

masjid muhammad cheng hoo purbalingga

Sepanjang perjalanan, Alya dan Fiqih tidur. Begitu sampai Masjid Cheng Hoo, Fiqih langsung terbangun, sedangkan Alya masih lelah kecapekan dan masih tidur saja. Padahal, biasanya mah langsung bangun kalau motor berhenti.

Di areal masjid Cheng Hoo Purbalingga ini, ada beberapa penjual makanan dan minuman. Karena laper dan haus, kita pun memesan dua gelas es dawet serta tiga porsi batagor. Duh, betapa nikmatnya. Alhamdulillah.

Alamat Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga


Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga terletak di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dengan alamat GPS: -7.31775, 109.36236.

Masjid Cheng Hoo Purbalingga ini tidak terlalu jauh dari Pusat Kota Purbalingga, sekitar 12 km saja ke arah utara, melalui jalan utama Purbalingga-Bobotsari.

Kalau dari arah Purbalingga, letak Masjid Cheng Hoo Purbalingga ada di sebelah kiri jalan. Kalau sampai ke simpang Serayu yang mau ke Kampung Kurcaci Purbalingga Desa Serang, kita masih lurus lagi ke depan. Tidak jauh dari Simpang Serayu ini, akan kita temukan Masjid Unik dan Cantik yang menjadi salah satu tempat wisata religi di Purbalingga.

Di Depan Masjid ada tulisannya kok "Masjid Jami' PITI Muhammad Cheng Hoo Selaganggeng, Mrebet Kab. Purbalingga".



Kalau punya GPS lebih gampang lagi, tinggal searching saja pasti ketemu, karena lokasi Masjid Cheng Hoo Purbalingga sudah ditag di Google Maps.

Sejarah Masjid Cheng Hoo Purbalingga


Keberadaan Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga terbilang masih baru, belum lama. Masjid ini baru diresmikan pada tahun 2011 lalu, tepatnya pada tanggal 5 Juli 2011 yang bertepatan dengan tanggal 3 Sya'ban 1432 H.

Masjid PITI Muhammad Cheng Hoo Purbalingga diresmikan oleh H. A. Zaky Arslan Junaid selaku Ketua Umum Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) JASA.

sejarah masjid cheng hoo purbalingga
Peresmian Masjid Cheng Hoo Purbalingga

Pembangunan Masjid PITI Muhammad Cheng Hoo Purbalingga sendiri sebenarnya sudah mulai digagas di tahun 2004 oleh seorang muallaf keturunan Tiongkok, Thio Hawa Kong atau Heri Susatyo, bersama warga sekitar.

Lalu, di tahun 2005, masjid ini mulai dibangun. Tahun 2006, pembangunan masjid terhenti selama 4 tahun. Tahun 2010, pembangunan pun dilanjutkan kembali, dan akhirnya diresmikan di tahun 2011.

Masjid PITI Muhammad Cheng Hoo Purbalingga dengan Dominasi Warna Merah Seperti Klenteng


Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga memang tergolong unik, karena masjid ini tidak seperti kebanyakan masjid lainnya di Indonesia. Masjid-masjid selama ini mempunyai ciri khas berupa kubah, dan jarang sekali yang menggunakan warna merah.

Masjid Cheng Hoo Purbalingga justru sebaliknya, tidak ada kubah di sana, bangunannya pun lebih menyerupai klenteng, dengan dominasi warna merah, dihiasi dengan lampion-lampion cantik, yang menarik untuk dikunjungi di malam hari.

lampion masjid muhammad cheng hoo purbalingga

Masjid Cheng Hoo Purbalingga ini memiliki bentuk luar yang hampir sama dengan Masjid Cheng Hoo Surabaya, dengan atap tumpang tiga. Yang membedakan adalah pilar serta ornamen lubang hawa pada dindingnya.

Masjid Cheng Hoo Purbalingga juga menggunakan warna yang lebih berani dibandingkan dengan yang ada di Surabaya, dengan warna kalem.

Selain Masjid Cheng Hoo Surabaya, masih ada satu lagi masjid Cheng Hoo di Indonesia, yaitu Masjid Cheng Hoo Palembang.

Saat kita memasuki ruang tempat ibadah utama Masjid Cheng Hoo Purbalingga, kita akan menjumpai lampu gantung susun di tengah langit-langit ruang utama Masjid. Di langit-langitnya juga ada segi delapan dengan tulisan arab “Allah”.

ruang utama masjid cheng hoo purbalingga

Di luar masjid, disediakan air galon gratis bagi pengunjung yang kehausan, lengkap dengan gelasnya. Tempat parkir saya lihat tidak terlalu luas, tidak bisa menampung parkir mobil terlalu banyak. Petugas parkirnya ada, yang selalu mengarahkan pengunjung yang mau masuk ke masjid.

Penutup...


Masjid Cheng Hoo Purbalingga merupakan salah satu tempat wisata religi di Purbalingga yang wajib Anda kunjungi kalau Anda seorang Muslim.

Bentuk bangunannya unik, langka, dan lebih menyerupai klenteng dibandingkan masjid, dengan dominasi warna merah.

Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah simbol keindahan dari toleransi serta akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa.

Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga, unik dan langka.

Wednesday, January 11, 2017

25 Curug di Purbalingga Yang Membuat Saya Tergoda, Cantik-cantik Semua

JUMANTO.COM - Curug di Purbalingga Yang Membuat Saya Tergoda, Cantik-cantik Semua. Sudah kenalkah Anda sama Purbalingga, kota kecil dengan julukan "Negeri Seribu Curug"?

Yap, Purbalingga, sebuah kota yang berbatasan dengan Purwokerto, Banjarnegara, dan Pemalang ini memiliki ratusan curug atau air terjun dengan berbagai ketinggian yang tersebar di berbagai Desa di berbagai kecamatan di Purbalingga.

Tidak heran jika julukan Negeri Sewu Curug atau Negeri Seribu Curug pun melekat pada Kota Purbalingga.

Air terjun di Purbalingga ini bisa kita jumpai dari desa ke desa, dan dari sekian banyak air terjun ini memang masih banyak yang belum memiliki nama. Masih banyak juga Curug di Purbalingga yang belum dieksplore dan diperkenalkan ke dunia luar.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya sebagai orang Purbalingga, ingin sekali mengenalkan Wisata Purbalingga berupa air terjun yang cantik-cantik dan pasti akan membuat saya dan Anda tergoda untuk datang ke sana.

Nah, buat Anda yang suka banget sama alam dan air terjun, wajib banget nih dateng ke Kota Purbalingga, karena kota ini adalah kota yang paling pas buat Anda menghilangkan jenuh, menikmati indahnya air terjun, serta keindahan alamnya yang luar biasa.

Curug di Purbalingga yang Wajib Anda Kunjungi


Baiklah pembaca yang budiman :), karena keterbatasan informasi yang saya dapat, saya baru dapat mengumpulkan informasi 25 Curug yang ada di Purbalingga. Berikut ini daftar air terjun yang ada di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah yang berhasil saya kumpulkan:

#1. Curug Lawang Desa Wisata Serang Bikin Tenang


curug lawang purbalingga
cantiknya Curug Lawang Serang Purbalingga

Curug di Purbalingga yang pertama adalah Curug Lawang di Desa Wisata Serang Purbalingga.

Kalau Anda pernah datang ke Kampung Kurcaci Purbalingga, Anda pasti sudah tahu kalau di dekat Kampung Kurcaci ini ada sebuah air terjun cantik yang dapat ditempuh sekitar 15 menit perjalanan saja dari Kampung Kurcaci.

Biaya masuknya sangat murah, medannya mudah ditempuh, air terjunnya cukup tinggi, airnya jernih banget, dan tentunya akan membuat kita tenang dari hiruk pikuk suasana perkotaan.

Ada dua air terjun di Curug Lawang ini yang bisa kita nikmati, dengan debit air dan ketinggian yang berbeda.

Curug Lawang di Desa Wisata Serang ini wajib banget buat dikunjungi pas kita jalan-jalan ke Kampung Kurcaci. Sayang banget kalau cuma masuk ke Kampung Kurcaci, tapi gak dateng ko lokasi air terjunnya. Recommended deh buat Anda kunjungi.

#2. Curug Tempuran, Curug di Purbalingga Hasil Pertempuran Dua Sungai


Curug Tempuran Purbalingga
Foto by: Dani Kaizen (www.facebook.com/danikaizen.ardiyanto)

Nama curug di Purbalingga ini sedikit unik ya, Curug Tempuran, atau ada orang yang menyebut juga Curug Duwur.

Kenapa dinamakan Curug Tempuran?

Masyarakat memakai nama Curug Tempuran karena air di curug ini bersumber dari pertemuan antara aliran dua kali (sungai), yaitu Kali Lutung dan Kali Lembarang.

Nah, pembaca jumanto.com yang baik hati :), jika Anda sedang berkunjung ke Purbalingga nih, salah satu tempat wisata yang tidak boleh Anda lewatkan adalah Curug Tempuran di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari, Purbalingga ini. Tiket masuknya masih gratis lho hehehe.

Jika Anda ingin berkunjung ke Curug yang ada di Purbalingga ini, Anda tidak akan kesulitan untuk menemukannya, karena banyak petunjuk jalan yang akan mengarahkan Anda ke Curug Tempuran atau Curug Duwur.

Jarak Curug Tempuran dari Kota Purbalingga sekitar 30 menit perjalanan saja. Sesampai di Desa Bumisari, kita harus menitipkan kendaraan ke rumah warga dengan membayar biaya parkir seikhlasnya.

Setelah itu, kita lanjutkan jalan kaki sekitar 15 menit, melewati daerah persawahan dan perkebunan yang membuat perjalanan kita makin menarik.

Selain mandi dan berenang di Curug Tempuran, aktivitas lain yang bisa kita lakukan di Curug Tempuran ini adalah memancing, karena ada warga yang sengaja menaruh benih ikan di lokasi air terjun sehingga tempat ini konon banyak ikannya.

Gimana, mau berenang dan mancing di Curug Tempuran?

#3. Curug Sawangan Desa Bumisari Purbalingga, Cantik Gilaaa


curug sawangan desa bumisari
sumber: instagram @satriapanjipradana

Masih di Desa Bumisari, yang termasuk salah satu desa dengan air terjun paling banyak di Purbalingga, ada salah satu curug cantik lainnya selain Curug Duwur atau Curug Tempuran, yaitu Curug Sawangan.

Sawangan sendiri, bagi orang Purbalingga, adalah sebuah aksesoris seperti peluit, yang dipasang di ekor burung merpati. Jika burung merpati diterbangkan, sawangan tersebut akan menghasilkan bunyi khas sawangan akibat sawangan tertiup angin.

Nah, Curug di Desa Bumisari Purbalingga ini dinamakan Curug Sawangan, konon karena saat debit airnya sedang banyak, bunyi dari air terjun ini menyerupai bunyi sawangan tadi.

Air di Curug Sawangan Bumisari ini juga jernih, asyik buat mandi dan berenang.

#4. Curug Bumisari Purbalingga, Masih Belum Tahu Namanya


curug bumisari purbalingga
sumber: instagram @tynivigne

Desa Bumisari Purbalingga memang layak dijadikan sebagai desa wisata di Purbalingga. Desa ini setidaknya memiliki 10 air terjun atau curug, seperti yang telah disebutkan di atas: Curug Tempuran, Curug Sawangan, ada juga Curug Pengantin dengan ketinggian mencapai 40 meter, serta beberapa curug lainnya yang belum diberi nama.

Salah satu curug yang belum diketahui namanya adalah Curug Bumisari pada foto di atas yang diunggah oleh akun instagram @tynivigne. Saat melihat foto tersebut, saya langsung takjub dengan pemandangan air terjunnya.

Airnya jernih banget, dikelilingi oleh batu-batu besar yang instagramable banget, cantik banget dan terlalu sayang kalau dilewatkan.

Kapan-kapan jalan-jalan yuk ke Desa Bumisari dan kita kunjungi curug-curug di Purbalingga yang ada di desa ini.

#5. Curug Nini Purbalingga, Mini Tapi Bikin Jatuh Cinta


curug nini purbalingga
Foto by: instagram @syahrilstiadi

Curug Nini ini terletak di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Dari kota Purbalingga, Curug Nini Desa Cipaku ini berjarak kurang lebih 10 km saja.

Air terjun Curug Nini ini memang tidak terlalu tinggi, sekitar 10 meter saja. Namun, istimewanya, di bawah air terjun, ada kolam yang cukup lebar dengan air yang sangat jernih, asyik banget buat dijadikan tempat mandi dan berenang pengunjung.

Akses ke Curug Nini ini juga sangat mudah sehingga air terjun ini termasuk salah satu air terjun di Purbalingga yang ramai dan sering kunjungi wisatawan.

Untuk Anda yang agak takut ketinggian, tapi ingin meloncat dari atas air terjun, Curug Nini ini sangat cocok untuk dicoba, melatih mental Anda, karena ketinggiannya cuma 10 meter. Seru juga kan meloncat dari atas curug, lalu berenang di kolam yang jernih?

#6. Curug Singongah/Ciponggoh, Air Terjunnya ada Tiga


curug singongah cipaku
foto by: Instagram @ardianjr_21

Curug Ciponggoh atau Curug Singongah yang berada di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet ini, terdiri atas tiga air terjun yang berada di tengah, kiri dan kanan kali. Curug Singongah merupakan bagian dari Sungai Lembarang yang dikelilingi tebing serta tanaman liar.

Di saat kemarau panjang, air di Curug Singongah ini sangat kecil debit airnya.

Sebaliknya, saat hujan deras, tidak direkomendasikan untuk mengunjungi Curug Singongah ini, karena debit airnya cukup besar dan dapat membawa air bah.

Curug Singongah ini tidak kalah indahnya dengan curug-curug lain yang ada di Purbalingga.

#7. Curug Ciputut Purbalingga, Hati-hati Ya


curug ciputut purbalingga
foto by: Instagram @br3packer_

Curug Ciputut Purbalingga berada di Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Curug Ciputut merupakan salah satu dari sekian banyak curug di Purbalingga yang belum dikelola, sehingga belum ada biaya tiket masuk.

Curug Ciputut Purbalingga yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter sangat recommended untuk Anda kunjungi saat Anda jalan-jalan ke Purbalingga, karena curug ini selain cantik, banyak tempat juga yang bisa dijadikan tempat foto-foto Anda.

Saat mengunjungi Curug Ciputut Purbalingga ini, kita harus menuruni tangga vertikal dari besi yang cukup tinggi, sehingga kita harus hati-hati, jangan sampai terpeleset.

Berbeda dengan kebanyakan air terjun lainnya, yang jalannya berupa jalan undakan tanah, di Curug Ciputut Purbalingga ini, justru kita harus menuruni tangga besi vertikal. Bagi yang takut ketinggian, tidak direkomendasikan untuk datang ke Curug Ciputut.

Untuk parkir kendaraan, belum ada yang menjaga, karena tempat ini memang belum dikelola, jadi mohon untuk hati-hati saat memarkir kendaraan, tambahkan kunci pengaman tambahan.

Oh iya, selain Curug Ciputut, di Desa Talagening ini ada juga Curug Jampit, jangan lupa mampir juga ya :)

#8. Curug Penisihan Purbalingga, Gak Tinggi Tapi Kolamnya Dalam


curug penisihan purbalingga
foto by: Instagram @nural_achmad

Curug Penisihan Purbalingga terletak di Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Curug Penisihan Purbalingga ini memiliki ketinggian sekitar 8 meter, dan aliran air terjunnya membentuk kolam dengan diameter sekitar 25 meter.

Kolam di Curug Penisihan Purbalingga ini cukup dalam lho sehingga kita pun mesti berhati-hati saat mandi di kolam ini. Dalamnya kolam terlihat dari airnya yang berwarna biru kehijauan.

Curug Penisihan berjarak kurang lebih 14 kilometer dari pusat kota Purbalingga sehingga tempat ini mudah sekali dijangkau para traveller.

Air Curug Penisihan Purbalingga merupakan aliran Sungai Klawing, yang merupakan sungai terbesar yang membelah wilayah Purbalingga. Curug Penisihan Purbalingga ini letaknya berada di dekat hulu sungai Klawing.

Debit air di Curug Penisihan Purbalingga tidak pernah kering sehingga kapan pun traveller datang ke sini, pasti air terjunnya selalu ada.

#9. Curug Silintang dan Silawang Purbalingga, Konon Ada Bidadarinya


curug silintang purbalingga
foto by: Instagram @adit_alm

Curug Silintang dan Silawang Purbalingga berada di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Jujur saya kurang tahu, apakah Curug Silintang dan Silawang ini merupakan satu air terjun atau air terjun yang berbeda.

Bagi Anda yang tahu, tolong dikoreksi ya, dan tambahkan keterangannya, bisa di kolom komentar.

Jika ingin mengunjungi Curug Silintang di Tlahab Lor ini, kita harus berjalan kaki sekitar 40 menit dari balai desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Siapkan fisik dulu ya.

Sesampai di Curug Silintang, rasa capeknya perjalanan akan terbayar lunas setelah melihat keindahan air terjunnya, mahakarya Tuhan Yang Maha Kuasa.

Curug Silintang Purbalingga ini memiliki dua tingkatan dan dua-duanya bisa digunakan sebagai tempat untuk mandi. Dua-duanya juga sama-sama cukup tinggi.

Oiya, konon di Curug Silintang ini sering ada bidadari turun dari langit lho. Mau mengintip mereka mandi? Hehehe.

Itu cuma mitos masyarakat setempat. Karena sering munculnya pelangi di Curug Silintang Purbalingga, maka masyarakat sekitar sering mengait-ngaitkannya dengan adanya bidadari yang turun dari langit. Percaya? hehehe.

#10. Curug Sikasur Tlahab Lor yang Bikin Ngiler


curug sikasur purbalingga
foto by: Twitter @amaliasukma09

Masih di Desa Tlahab Lor, ada satu lagu Curug di Purbalingga yang bisa dijadikan alternatif untuk mengisi liburan kita di kota Perwira, yaitu Curug Sikasur. Tapi gak ada kasur buat molor lho ya di curug ini hehehe.

Untuk menuju Curug Sikasur ini, kita harus melewati areal persawahan sekitar 600 meter. Pepohonan padi akan menemani perjalan kita di sepanjang jalan. Paling menarik datang ke Curug ini kalau padi sedang hijau-hijaunya, duh, teduh banget rasanya.

Medan menuju Curug Sikasur juga gak terlalu susah kok, anak-anak pramuka juga banyak yang menggelar acara di sini. Gak terlalu jauh bukan?.

#11. Curug Sumba Purbalingga, Eksotis Tiada Tara


curug sumba purbalingga
foto by: Instagram @wahyu_togel

Curug di Purbalingga selanjutnya adalah Curug Sumba yang berada di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Lokasi Curug Sumba cukup mudah dijangkau, sekitar 300 meter saja dari jalan raya Bobotsari-Karangreja.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Curug Sumba Tlahab Kidul ini adalah saat musim kemarau, karena airnya akan kelihatan lebih cantik dengan warnanya yang biru.

Kalau musim hujan datang, biasanya airnya akan berubah warna menjadi kecoklatan dan debit airnya juga lumayan besar.

Curug Sumba juga termasuk curug yang belum dikelola. Untuk menuju ke Curug ini, kendaraan pengunjung biasanya ditaruh di atas jembatan, karena lokasi air terjun ada di bawah jembatan.

Selanjutnya, tinggal jalan kaki sekitar 5 menit melewati persawahan dan perkebunan, dan sampailah ke Curug cantik ini.

Kalau sudah pernah datang ke Curug Sumba ini, saya yakin pengunjung akan merasa ketagihan dan kapan-kapan bakal datang lagi ke sini.

#12. Curug Aul Purbalingga, Bisa Selfie-selfie Juga


curug aul purbalingga
foto by: Instagram @eko_permon

Salah satu curug di Purbalingga yang sedang ngehits di kalangan anak muda adalah Curug Aul yang berada di Desa Wisata Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

Aul sendiri adalah mahluk jadi-jadian bertubuh manusia berkepala anjing yang sering mengeluarkan suara seperti suara anjing pada tengah malam hari.

Curug ini dinamakan Curug Aul konon karena warga setempat sering melihat keberadaan Aul di Curug ini. Tapi gak usah takut kalau datang ke Curug ini ya, itu kan cuma cerita warga setempat saja hehehe.

Di Curug ini, disediakan spot khusus buat foto-foto selfie, seperti spot foto selfie di Curug Lawang Kampung Kurcaci.

Curug Aul Desa Tanalum ini memiliki ketinggian sekitar 45 meter dan berada di areal tanah milik Perum Perhutani.

Kolam di bawah air terjun tidak terlalu dalam sehingga aman untuk berenang para traveler yang berkunjung ke Curug Aul. Bisa juga nih foto-foto di bawah air di kolam Curug Aul yang airnya cukup jernih.

#13. Curug Kali Karang dengan Tiga Tingkatan


curug kali karang purbalingga
foto by: Instagram @imanekarisadini

Masih di Desa Wisata Tanalum yang dikaruniai kekayaan begitu banyak curug, kali ini ada Curug Kali Karang yang dikunjungi banyak traveler juga.

Curug Kali Karang ini memiliki keistimewaan karena memiliki tiga tingkatan air terjun, dan air terjun yang paling tinggi ada di tingkatan yang ketiga.

Kalau dari bawah, air terjun tingkatan yang ketiga ini kurang kelihatan karena tertutup oleh batu-batu karang.

Dinamakan Curug Kali Karang karena bebatuan di sekitar air terjun ini berwarna hitam serta tajam menyerupai batu karang sehingga dinamakanlah Curug Kali Karang.

Pengunjung yang datang ke curug ini biasanya bermain-main di bawah air terjun tingkatan yang pertama yang memiliki ketinggian beberapa meter saja.

Selain itu, banyak juga anak-anak yang bermain di kolam di bawah air terjun tingkatan kedua.

Air di curug ini sangat jernih dan sejuk, cocok banget buat wisata keluarga, karena akses yang mudah, cukup jalan sekitar 100 meter saja dari area parkir kendaraan.

#14. Curug Nagasari yang Begitu Tinggi


curug nagasari purbalingga
foto by: Instagram @restikputri

Curug Nagasari merupakan curug yang paling tinggi di Desa Wisata Tanalum, Rembang. Curug ini memiliki ketinggian lebih dari 75 meter, dengan latar belakang berupa batu-batu berwarna hitam berkilau yang cantik dan mempesona.

Curug Nagasari sendiri terletak di bawah Curug Aul.

Aktivitas yang dilakukan di Curug ini oleh para traveler biasanya canyoninng, selain di Curug Gogor. Ketinggian air terjun yang lebih dari 75 meter membuat kegiatan canyoning jauh lebih menantang dan membawa kesan tersendiri.

Selain canyoning, traveler juga bisa menikmati sejuknya air terjun yang terhembus angin, lalu mandi-mandi di kolam bawah air terjun tidak dalam.

Untuk menuju Curug Nagasari ini, kita harus jalan kaki sekitar 20-30 menit melewati areal persawahan, perkebunan, dan sungai dengan pemandangan yang masih hijau dan asri. Medan naik turun dan kita harus hati-hati saat berjalan.

Saat berkunjung ke Curug Nagasari ini, wajib deh berkunjung ke Curug Nagasari, karena ketinggian air terjunnya betul-betul bikin takjub dengan debit airnya yang tidak terlalu besar.

#15. Curug Gogor Buat yang Suka Canyoning


curug gogor tanalum purbalingga
foto by: Instagram @fennisantiago

Bagi para pemula, canyoning di Curug Nagasari mungkin terlalu ekstrem karena ketinggiannya sangat menantang. Nah, di Curug Gogor inilah tempat yang paling tepat buat para pemula untuk melakukan kegiatan rappeling dan canyoning.

Curug Gogor ini masih berada di Desa Wisata Tanalum Kecamatan Rembang Purbalingga.

Paket rappeling dan canyoning di Curug Gogor cukup terjangkau, cukup dengan membayar sekitar Rp 100 ribuan saja sudah dapat fasilitas tiket masuk, foto dokumentasi, peralatan, pemandu, dan makan siang dengan menu khas desa.

Bagi pengunjung yang gak berani dengan kegiatan rappeling dan canyoning juga bisa sekedar foto-foto atau mandi di kolam bawah air terjunnya.

#16. Curug Lawe Purbalingga, Aksesnya Masih Susah


curug lawe purbalingga
foto by: isroadi.blogspot.co.id

Bagi anda yang ingin tahu lebih lanjut seputar Curug Lawe Desa Tanalum, dapat membaca tulisannya Mas Isro Adi Harso: Canyoning Curug Lawe Purbalingga.

Perjalanan Mas Isro Adi ini harus melewati hutan pinus milik Perhutani, dengan medan berupa perhutanan yang cukup lembab.

Bagus banget nih tulisannya Mas Isro Adi Harso, silakan dinikmati.

Selain curug-curug di atas yang ada di Desa Wisata Tanalum, masih ada lagi Curug-curug lainnya yang belum banyak dieksplore seperti Curug Lempeng, Curug Buret, Curug Kembar, dan Curug Banyu Banger.

#17. Curug Pesantren di Desa Wisata Panusupan


foto by: instagram @r_dibesarin

Curug Pesantren berada di Desa Wisata Panusupan Purbalingga. Curug di Purbalingga yang satu ini merupakan salah satu dari sekian air terjun yang berada di Desa Wisata Panusupan.

Jalan-jalan ke Curug Pesantren semakin asyik karena bisa sekalian mengunjungi tempat wisata lain di Desa Panusupan yang cukup banyak. Recommended banget deh untuk datang ke Desa Panusupan, Rembang, Purbalingga ini.

#18. Curug Pingit Kembar, Jernihnya Bikin Segar


curug pingit kembar panusupan
Jernihnya air di Curug Pingit Kembar

Di Desa Wisata Tanalum, kalau kita main ke Taman Pingit Kembar, kita bisa menikmati jernihnya air Curug Pingit Kembar yang segar. Anak-anak kampung sekitar banyak yang mandi di air terjun mini ini.

Curug ini sangat mudah dijangkau, cuma jalan beberapa meter dari tempat parkir kendaraan, gak susah deh pokoknya.

Kalau lagi jalan-jalan ke Desa Wisata Panusupan, jangan lupa untuk mampir ke curug di Purbalingga yang satu ini. Oke? hehehehe.

Selain Curug Pesantren dan Curug Pingit Kembar, masih banyak lagi curug di Desa Wisata Panusupan yang dapat Anda kunjungi.

#19. Curug Tuntung Laut yang Penuh Warna-warni


foto by: instagram @i_drist

Curug Tuntung Laut Purbalingga berada di Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Keberadaan curug di Purbalingga ini masih sepi dan alami.

Untuk mengunjungi Curug Tuntung Laut ini, kita harus menyiapkan tenaga ekstra karena harus jalan cukup jauh. Sepanjang perjalanan, kita akan melewati perkebunan kopi dan dan coklat.

Air terjun di Curug Tuntung Laut ini cukup tinggi, dan banyak juga pengunjung yang naik ke bebatuan lalu mandi di bawah air terjun. Cantik bener deh curug di Purbalingga ini. Dan masih alami, tenang, sepi, cocok untuk menenangkan diri.

#20. Curug Panyatan, Ada yang Menyebut Juga Curug Bawahan


curug panyatan purbalingga
foto by: instagram @agusz_bramasta

Disebut Curug Panyatan karena air di curug ini berasal dari aliran sungai Panyatan. Sementara, disebut Curug Bawahan, karena curug di Purbalingga ini terletak di Dusun Bawahan, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

Dari area parkir kendaraan, kita cukup jalan kaki selama 5 menit saja dan sampailah kita di Curug Panyatan Purbalingga.

Air terjun Curug Panyatan memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Di samping air terjun ini ada sebuah goa, tapi selama ini orang tidak ada yang masuk.

Di bawah air terjun, batu-batuan yang besar membuat pemandangan di sekitar Curug Panyatan menjadi lebih cantik.

Selain Curug Panyatan, ada juga Curug Kalipete di Desa Gunung Wuled ini.

#21.Curug Lamuk Purbalingga, Tinggi Menggoda


foto by: instagram @i_drist

Curug Lamuk berada di Desa Karang Jengkol, Dusun IV Limpak Lepus, Kecamatan Kutasari, Purbalingga. Untuk mencapai Curug Lamuk, dari jalan aspal, kita harus jalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter saja menyusuri perkebunan dan sungai Ponggawa.

Ada Gapuranya juga lho, Gapura Selamat Datang Limpaktepus.

Air terjun Curug Lamuk cukup tinggi dan sangat menggoda untuk kita kunjungi.

#22. Curug Bandung, Ada di Purbalingga Juga Lho


curug bandung kutasari purbalingga
foto by: Instagram @kuli.pabrik

Curug ini agak-agak mirip dengan Curug Nini, karena ketinggian air terjunnya memang tidak tinggi. Curug Bandung ini bukan berada di Bandung lho ya, melainkan berada di Desa Sumingkir, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

Selain Curug Bandung ini, di wilayah Kutasari masih ada tempat wisata menarik lainnya seperti Curug-curug Kalipong di Desa Cendana serta Tlaga Situ Tirta Marta di Desa Karangcegak.

#23. Curug Luwang Areng, Sekalian ke Igir Wringin Panusupan


curug luwang areng purbalingga
foto by: instagram @aeni.habibah

Curug Luwang Areng ini berada di Desa Wisata Panusupan. Letaknya satu jalur saat menuju Puncak Igir Wringin, tepatnya di bawah Pos 2. Sayang kan, kalau ke Igir Wringin tapi gak sekaian mampir ke curug indah di Purbalingga ini?

Air terjunnya berkelak-kelok cantik, jernih, sejuk, bisa menjadi pendingin setelah kecapekan mendaki mendaki Puncak Igir Wringin. Ajiiiib.

#24. Curug Desa Sirau, Bikin Kita Terpukau


curug desa sirau
foto by: instagram @wildsirau

Salah satu desa yang berpotensi menjadi Desa Wisata di Purbalingga adalah Desa Sirau di Kecamatan Karang Moncol, Kabupaten Purbalingga.

Desa Sirau ini memiliki pemandangan indah berupa tebing-tebing dengan bebatuan yang cantik serta beberapa curug atau air terjun yang belum dikelola sebagai tempat wisata.

Kawasan terbaik untuk menikmati keindahan Desa Sirau ada di kawasan Ngarai Sirau.

#25. Curug Muncrat Desa Siwarak Purbalingga, Airnya Muncrat Beneran


curug muncrat serang purbalingga
foto by: Instagram @mas_ntja

Di Desa Wisata Siwarak, selain menikmati Goa Lawa, Goa Lorong Kereta, Bukit Kelir, Alur Sipetung, Sirkuit Downhill, dan Bukit Njelir, kita juga bisa menikmati air terjun cantik berupa Curug Muncrat di Desa Wisata Siwarak, Purbalingga.
Curug Muncrat sendiri erletak di sebelah barat Rest Area Alur Sipetung. Dari Rest Area ini, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki untuk mencapai Curug Muncrat.
Selain itu, tidak jauh dari Curug Muncrat, masih ada juga curug-curug di Purbalingga lainnya yang tidak kalah keren seperti Curug Alur Sipetung, Curug Pengantin, Curug Alur Jero, dan Curug Ireng yang semuanya akan mengalir ke Curug Silintang di Desa Tlahab Lor.

Penutup

Pembaca blog jumanto.com yang tetap setia membaca tulisan saya ini hehehe, setidaknya itulah tadi 24 Curug yang ada di Purbalingga yang berhasil saya himpun dari berbagai sumber.

Saya berharap sekali, Anda dapat menambahkan Curug lain di Purbalingga sehingga tulisan saya ini bisa menjadi sumber informasi bagi para wisatawan yang ingin datang ke Purbalingga sekaligus mempromosikan wisata Purbalingga.

Saya bangga menjadi orang Purbalingga, dengan kekayaan Curug-curug di Purbalingga, baik yang sudah dieksplore maupun yang masih banyak banget yang belum dipublikasikan ke dunia luar. Maju terus pariwisata Purbalingga. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, dan saya tunggu kunjungan berikutnya.

Sunday, January 8, 2017

16 Tempat Wisata Keren Di Purbalingga Dengan Segudang Penghargaan

Tempat Wisata Keren di Purbalingga dapat anda jumpai di berbagai tempat di Kabupaten yang merupakan Eks Karesidenan Banyumas ini. Dan tahukah anda, bahwa Pariwisata Purbalingga ini telah meraih berbagai penghargaan lho?. Bangga kan menjadi warga Purbalingga?. Mau tau apa saja penghargaan yang diperoleh Purbalingga di Bidang Pariwisata?.

Foto Purbasari Pancuran Mas
Purbasari Pancuran Mas, salah satu Objek Wisata Unggulan Kabupaten Purbalingga

Prestasi Pariwisata Purbalingga


Berikut ini beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh Kabupaten Purbalingga dalam bidang Pariwisata:

1. Juara The Most Improved TCTA 2013


Yap, penghargaan yang pertama adalah terpilihnya Purbalingga sebagai yang terbaik dalam memajukan sektor Pariwisata. Bukan cuma level Provinsi lho, level nasional mas bro.

Penghargaan ini berupa juara pertama untuk kategori pariwisata "The Most Improved" pada ajang Travel Club Tourism Award (TCTA) Tahun 2013 lalu. Pada ajang ini, Purbalingga menyingkirkan ratusan Kabupaten lain di seluruh Indonesia.

TCTA sendiri merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Travel Club bekerja sama dengan Kemenko Perekonomian dan Kemenparekraf.

Sebelumnya, pada ajang TCTA Tahun 2012, Purbalingga juga memperoleh penghargaan serupa, hanya saja waktu itu cuma menduduki Second Runner Up "The Most Improved TCTA 2012".

2. The Most Improved Gold TCTA 2014


Tahun 2014 lalu, Purbalingga kembali mempertahankan posisinya sebaga juara pertama kategori "The Most Improved" pada ajang TCTA Tahun 2014. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, kepada Bupati Purbalingga, Sukento di TMII November tahun 2014 lalu.

3. Objek Wisata Terbaik I Jawa Tengah 2014


Dua hari kemudian, setelah meraih penghargaan sebagai "The Most Improved" TCTA 2014, Pariwisata Purbalingga kembali memperoleh penghargaan. Kali ini adalah Juara I Wisata Terbaik Jawa Tengah 2014 untuk kategori Objek Wisata yang dikelola oleh Swasta.

Penghargaan tersebut diraih oleh Objek Wisata Purbasari Pancuran Mas. Luar biasa memang Pariwisata Purbalingga ini.

4. Nominator Penghargaan Kepariwisataan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2015


Tahun 2015 lalu, masyarakat Purbalingga pantas berbangga dengan sektor Pariwisata Kabupaten Purbalingga. Taman wisata Sanggaluri Park masuk ke dalam Nominasi Penghargaan Kepariwisataan Tingkat Provinsi Jateng 2015 bersama dengan 6 objek wisata lain.

Hanya saja, dalam ajang ini Purbalingga hanya mendapatkan Juara Harapan I. Juara I diraih oleh Baturraden, dan selanjutnya juara II dan III diraih oleh Taman Kyai Langgeng Kota Magelang dan Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng Kab. Banjar Negara.

5. Peringkat I Nasional Sapta Pesona Wisata Toilet Umum Bersih 2014


Tahun 2014, Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) mendapatkan penghargaan ini untuk kategori Waterpark dan Theme Park yang dikelola oleh Pemerintah.

Penghargaan ini diikuti oleh taman rekreasi buatan dari 18 Provinsi di seluruh Indonesia. Purbalingga sendiri mengirimkan dua wakilnya yaitu Owabong dan Purbasari Pancuran Mas. Owabonglah yang akhirnya terpilih menjadi Juara I Nasional.

Itulah tadi beberapa penghargaan yang diperoleh oleh Purbalingga baik tingkat nasional maupun provinsi dalam bidang pariwisata.

Daftar Objek Wisata di Purbalingga


Setelah melihat prestasi Kabupaten Purbalingga dalam mengelola pariwisatanya, bagi anda yang ingin berkunjung ke Purbalingga, berikut ini daftar Tempat Wisata Menarik yang ada di Purbalingga yang wajib anda kunjungi:

1. Owabong


Keberadaan Owabong telah menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke Purbaliingga, apa lagi kini dengan kehadiran Kolam Ombak terbesar di Jawa Tengah, yaitu Kolam Ombak Sagara Owabong.

Selain kolam ombak, Owabong juga menawarkan berbagai arena permainan air dari yang khusus anak-anak sampai yang khusus untuk orang dewasa.

Letak Owabong tidak jauh, hanya sekitar 5 km saja dari Pusat Kota Purbalingga. Akses menuju Owabong sangat mudah, melewati Jalan Utama Purbalingga-Bobotsari.

2. Sanggaluri Park


Tidak jauh dari Owabong, sekitar 5-10 menit saja, ada Tempat Wisata Edukatif sekaligus Taman Bermain, yaitu Sanggaluri Park Purbalingga.

Sanggaluri Park terletak di Jalan Buper Munjuluhur, Kutasari. Perjalanan dari Pusat Kota Purbalingga dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15-30 menit saja.

Di Sanggaluri Park pengunjung dapat berwisata sekaligus belajar berbagai hal, mulai mengenal binatang reptil dan serangga di Taman Reptil, belajar Fisika di Wahana Iptek, mengenal koleksi wayang dan artefak di Museum Wayang dan Artefak, melihat koleksi uang dari zaman kerajaan di Museum Uang, hingga belajar manasik haji.

Selain itu terdapat pula arena bermain anak mulai dari istana balon, mini train, caraousel, swinger, trampolin raksasa, taman lalu lintas, dan berbagai arena permainan anak lainnya.

3. Purbasari Pancuran Mas


Purbasari Pancuran Mas berada di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Jaraknya dari Pusat Kota Purbalingga sekitar 5 km ke arah barat laut.

Tempat wisata ini menjadi salah satu andalah wisata Kabupaten Purbalingga dengan menempati lahan seluas 6 hektar.

Awal pendiriannya, Purbasari Pancuran Mas diberi nama Aquarium Raksasa Purbayasa dengan koleksi ikan air tawar besar yang berasal dari Amazon.

Di Purbasari Pancuran Mas ini pengunjung juga dapat berwisata sekaligus belajar mengenal berbagai jenis ikan dan burung.

Jika ingin bermain air, bisa mencoba naik bebek-bebekan atau mandi di Waterpark Purbasari Pancuran Mas ini.

4. Goa Lawa


Goa Lawa, atau ada yang mengucapkannya Gua Lawa, merupakan Tempat Wisata Purbalingga yang terletak di Kaki Gunung Slamet, tepatnya di Desa Siwarak, Kecamatan Karang Reja, Kabupaten Purbalingga.

Jarak dari pusat kota Purbalingga sekitar 27 km atau ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan.

Panjang Goa Lawa ini sekitar 1,5 km, cukup panjang bukan. Jika menelusuri seluruh Goa ini, saya yakin bakal pegel-pegel juga kaki kita.

5. Goa Lorong Kereta


Tidak jauh dari Goa Lawa ada Goa baru yang diberi nama Goa Lorong Kereta. Goa Lorong Kereta terletak di dalam Kompleks Goa Lawa, hanya berjarak beberapa meter saja dari pintu masuk Goa Lawa.

Goa ini dinaman Goa Lorong Kereta karena memang bentuknya menyerupai lorong kereta. Bagi anda yang suka tantangan silakan untuk berkunjung ke Goa ini.

Jalan masuk Goa bervariasi, dari yang lebar, sempit, sampai yang super sempit. Untuk dapat masuk ke sini anda harus ditemani oleh Pemandu yang sudah paham betul cara melewati goa ini.

6. Pancuran Ciblon Bobotsari


Jalan lagi lurus ke arah Bobotsari dari Owabong, akan anda temukan wisata air lainnya yang bernama Pancuran Ciblon. Lokasinya sangat dekat dengan Terminal Bobotsari, hanya dua ratus meter saja. Untuk mencapai lokasi Pancuran Ciblon sangat mudah, bisa menggunakan bus umum Purbalingga Bobotsari atau Purbalingga/Purwokerto-Pemalang.

Di Pancuran Ciblon ini disediakan beberapa kolam renang bagi orang dewasa dan juga khusus untuk anak-anak dengan kedalaman yang tentu saja berbeda.

Selain kolam renang, ada juga arena bermain anak-anak, panggung terbuka, mata air, pusat kuliner, kolam terapi ikan, dan juga agrowisata.

Harga tiket masuk Pancuran Ciblon sangat terjangkau bagi masyarakat Purbalingga.

7. Usman Janatin City Park (UJCP)


Taman Kota Usman Janatin ini terletak persis di tengah-tengah Kota Purbalingga, sekitar beberapa ratus meter saja sari Alun-alun Kota Purbalingga. Usman Janatin City Park dibangun di atas tanah bekas Pasar Purbalingga, yang kini telah berpindah dekat Terminal Kota.

Sempat dikelola oleh Pihak ketiga, akhirnya taman ini diambil alih oleh pemkab dan kembali dikelola oleh PD Owabong, yang telah sukses menciptakan objek wisata unggulan di Purbalingga.

Di Usman Janatin City Park ini akan anda jumpai berbagai arena permaian anak seperti bioskop mini, mini train, warma coaster, kereta luncur berbentuk ulat, dan istana balon.

8. Monumen Jenderal Soedirman


Jenderal Soedirman merupakan panglima besar, seorang pahlawan nasional yang lahir di Kota Purbalingga. Oleh karena itu, di tanah kelahirannya ini, dibuatkanlah sebuah Monumen yang diberi nama Monumen Jenderal Soedirman.

Jika anda penggemar sejarah, maka anda harus datang ke monumen ini, untuk mengetahui lebih banyak sejarah Jenderal Soedirman.

Monumen Jenderal Soedirman berada di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga, sekitar 30 km dari pusat kota. Untuk mencapainya bisa lewat Kejobong atau juga lewat Bobotsari.

9. Desa Wisata Panusupan


Desa Wisata Panusupan memiliki destinasi wisata yang sangat banyak dan tersebar di berbagai lokasi. Tempat ini sangat recommended untuk dikunjungi.

Di Desa Panusupan ini juga terdapat Makam Syekh Jambu Karang, atau Makam Ardi Lawet dan berbagai peninggalan situs purbakala.

Selain bermain di air terjun dan ziarah makam, pengunjung juga dapat Tracking ke Puncak Bukit Ardi Lawet, melihat prosesi pembuatan gula merah, pembuatan souvenir khas Desa Panusupan, outbond dan camping serta river trekking di sungai Desa Panusupan.

Jika anda pernah mendengar Igir Wringin, rumah pohon yang sudah mulai tenar ini, dari Desa Panusupan inilah anda mencapainya.

10. Curug Silintang dan Silawang


Tidak terlalu jauh dari Goa Lawa, ada sebuah curug yang sejuk bernama Curug Silintang dan Silawang. Curug Silintang dan Silawang kerap dikaitkan dengan adanya bidadari yang turun ke curug ini karena seringnya terlihat adanya pelangi yang muncul ke arah curug ini.

Curug Silintang dan Silawang terletak di Dusun Cumbut, Desa Tlahab, Kecamatang Karang Reja, Purbalingga, Jawa Tengah. Jika jalan kaki dari Goa Lawa, membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Tinggi air terjun di curug ini lumayan juga lho, 40 meter. Mantap bukan.

11. Tirta Asri Walik


Tirta Asri Walik adalah langganan saya renang pada saat masih SMA dulu. Saat ada pelajaran renang, Tirta Asri Walik ini lah yang dipilih. Di samping tiket masuknya yang murah, lokasinya pun tidak terlalu jauh dari kota Purbalingga.

Kolam Renang Tirta Asri Walik ini merupakan kolam renang tertua yang ada di Purbalingga lho. Jadi bisa juga dibilang bahwa Tirta Asri Walik merupakan legenda hidup yang masih ada sampai sekarang.

Tirta Asri Walik terletak di Desa Walik, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Perjalanan dari pusat Kota Purbalingga sekitar 15  menit saja.

Di tempat wisata ini bukan coma kolam renang saja, pengelola telah menyulap perbukitan yang ada menjadi tempat wisata alam yang menawan.

12. Wana Wisata Serang (Desa Serang)


Wana Wisata Serang terletak Di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, sekitar 5 km dari Goa Lawa. Pemandangannya masih dengan suasana pegunungan yang sama dengan Goa Lawa.

Di Desa Serang ini pengunjung dapat menikmati agrowisata berupa tanaman strawberry. Pengunjung dapat menikmati buah stawberry segar dengan memetik sendiri langsung di kebun para petani.

Selain Agrowisata, di tempat ini pengunjung dapat berkemah, flying fox, berkuda, hingga pendakian ke Gunung Slamet.

13. Desa Wisata Limbasari


Desa Limbasari terletak di Kecamatan Bobotsari dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari Kota Purbalingga. Lokasinya berada di kaki Pegunungan Plana, sekitar 17 km dari Pusat Kota Purbalingga.

Di Desa Limbasari, pengunjung dapat menikmati sensasi bermain Tubing di Sungai Gunung yang airnya betul-betul masih jernih. Sungai ini merupakan hulu yang akhirnya bermuara ke Sungai Klawing Purbalingga.

Tubing sendiri adalah kegiatan menyusuri sungai menggunakan ban, yang masing-masing ban digunakan oleh satu orang.

Selain tubing, pengunjung juga dapat bermain water sliding sambil menikmati keindahan Air Terjun Patra Wisa.

14. Desa Seribu Curug "Desa Tanalum"


Bagi anda pencinta alam, sangat cocok untuk berwisata ke Desa Tanalum yang dijuluki juga Desa Seribu Curug, karena banyak air terjun di desa ini.

Desa Tanalum sendiri terletak di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Beberapa curug yang ada di desa ini di antaranya Curug Nagasari dengan ketinggian 72 meter, Curug Aul yang merupakan favorit untuk canyoning, Curug Panyatan, Curug Telu, Curug Sendang, Curug Gogot, Curug Lempeng, dan Curug kali Karang.

15. Masjid Jami' Laksamana Cheng Hoo


Masjid Jami' Lakmasana Cheng Hoo terletak di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Masjid ini diprakarsai oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia dan diresmkan pada tahun 2011 lalu. Masjid ini merupakan gabungan antara unsur tionghoa dan juga unsur Jawa.

Seperti bangunan-bangunan milik Tionghoa, masjid ini juga memiliki warna utama warna merah yang dominan. Masjid ini pun tak memiliki kubah layaknya masjid-masjid lainnya.

16. Curug-curug di Purbalingga


Purbalingga adalah kota dengan julukan Negeri Seribu Curug. Ada banyak sekali curug-curug cantik di Purbalingga yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.

Informasi mengenai curug-curug yang ada di Purbalingga, silakan baca: Curug di Purbalingga Yang Membuat Saya Tergoda, Cantik-cantik Semua.


Itulah tadi Informasi Pariwisata dan Objek Wisata yang ada di Purbalingga, dan tentunya masih banyak tempat wisata lain yang belum bisa saya tuliskan di sini. Maju terus Pariwisata Purbalingga, mudah-mudahan makin banyak hadir tempat wisata menarik baru di Purbalingga.

Thursday, January 5, 2017

Taman RTH Bojong Purbalingga, Jangan Mesum Ya

jumanto.com - Taman RTH Bojong Purbalingga, Jangan Mesum Ya. Terima kasih sudah mau berkunjung lagi ke blog saya :). Hmmm, kali ini saya mau cerita jalan-jalan kita di Taman RTH Bojong Purbalingga nih. Sudah berkali-kali melewati taman ini, dan ingin mampir juga, tapi baru kesampaian kemarin nih di akhir Desember 2016.

taman RTH Bojong Purbalingga
Gerbang masuk Taman RTH Bojong

Di awal selesai pembangunannya tahun 2013 lalu, taman RTH Bojong ini masih kelihatan jelek, panas, rasanya kurang menarik untuk dikunjungi.

Kemarin, saat kita melewati taman tersebut, keadaan taman sudah jauh berubah. Pohon-pohon sudah jauh lebih tinggi, tamannya menjadi rindang, dan kelihatannya menarik untuk dikunjungi.

taman rth bojong
Rindangnya Taman RTH Bojong

Karena saya suka yang hijau-hijau dengan rindangnya pepohonan, sekalian ngajak anak bermain dengan alam, maka kita pun memaksakan untuk mampir ke taman ini, menemani Alya dan Fiqih bermain, seperti saat kita mengajak mereka bermain di Sentul Garden Purbalingga.

Letak Taman RTH Bojong Purbalingga


Taman RTH Bojong atau Taman Ruang Terbuka Hijau Bojong, terletak di Desa Bojong, sesuai dengan namanya. Taman RTH Bojong ini berjejeran dengan pasar Bojong Purbalingga, persis di pertigaan Bojong (Lampu Merah).

Bagi orang yang berasal dari Bukateja atau Kemangkon pasti sudah familiar banget sama taman yang satu ini, karena setiap kali menuju Kota Purbalingga pasti akan melewati Taman RTH ini.

Jika dari arah Kemangkon/Toyareka/Bukateja, nanti akan ketemua lampu merah, di Pertigaan Bojong, nah persis setelah lampu merah, di sebelah kiri jalan, akan kelihatan sebuah taman yang hijau dengan rindangnya pepohonan.

Karena letaknya yang berada di pinggir jalan raya persis, taman ini pasti mudah banget ditemukan sama kita yang pengin ngadem sebentar atau mengajak anak bermain.

Taman RTH Bojong sebagai Tempat Bermain Anak


Anak-anak kecil pasti seneng banget main-main di taman hijau yang rindang. Nah, salah satu alternatif wisata murah bagi kita dan anak-anak kita yaitu dengan mengunjungi Taman RTH Bojong.

Saat kita berkunjung ke Taman ini, saya, mama, Alya, dan Fiqih, cuma bayar 4 ribu rupiah saja. Murah banget kan?

pondokan taman rth bojong
sisi dalam Taman RTH Bojong

Di Taman RTH Bojong ini banyak pondokan-pondokan yang bisa dipakai pengunjung untuk istirahat atau duduk-duduk melepas lelah.

Di Taman ini juga disediakan beberapa wahana bermain anak seperti perosotan. Sayangnya, memang kurang banyak wahana permainan anak yang ada di sini, tidak sebanyak di Sentul Garden Purbalingga.

arena bermain anak taman rth bojong
wahana bermain anak

Untuk tempat bermain anak, jika dibandingkan dengan Sentul Garden, saya lebih suka Sentul Garden, di samping lebih rindang, wahana permainan anaknya juga lebih banyak. Lebih friendly buat anak-anak.

Saya berharap banget, ke depannya, makin banyak arena permainan anak yang ada di Taman RTH Bojong ini.

Taman RTH Bojong dipakai Buat Pacaran


Iya, bener banget, saat kita berkunjung ke taman ini, terlihat beberapa pengunjung muda-muda yang asyik pacaran di taman ini. Rasanya kurang elok, jika ada arena bermain anak, tapi di satu sisi, ada pondokan yang dipakai untuk pacaran.

Dari berita-berita yang saya baca juga, katanya tempat ini kalau di malam hari remang-remang dan disinyalir dijadikan tempat mesum. Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Purbalingga bisa menghilangkan kegiatan negatif di Taman RTH Bojong ini supaya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Taman RTH Bojong didirikan untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Purbalingga dalam rangka memenuhi persyaratan penghargaan Adipura.

Beberapa taman terbuka hijau sudah ada di Purbalingga seperti Taman Hutan Kota, Taman Sentul Garden, Alun-alun Purbalingga, dan Taman Maerakaca.

Gimana, sudah pernah ke Taman RTH Bojong Purbalingga? Boleh lah kapan-kapan mampir sebentar hehehe. Ditunggu kunjungannya ya. Tapi jangan pacaran di sini ya hehehe.